IoT dan AI yang Makin Memanjakan
- VIVA/Tim Desain
Proses otomatisasi itu bisa membuat perusahaan lebih paham dan membuat keputusan prediktif secara real-time untuk kebutuhan dan perilaku pelanggan.
Kedua, organisasi akan fokus pada platform kemanan siber berbasis cloud. Menurut Reinecke, pelanggaran keamanan siber yang terjadi terus-menerus sepanjang 2018 akan menyebabkan penyedia keamanan berbasis cloud untuk mendapatkan momentumnya tahun depan.
"Sistem keamanan berbasis cloud dibangun dengan API terbuka. Artinya, tim keamanan dapat mengintegrasikan teknologi baru ke platform dengan cepat dan dengan relatif mudah," jelasnya.
Ketiga, infrastruktur dapat diprogram dengan model end-to-end. Reinecke menuturkan, perusahaan-perusahaan akan mulai berlangganan ke beberapa platform cloud dan meningkatkan penggunaan Software-as-a-Service (SaaS). Kemampuan pemprograman secara end-to-end, artinya, organisasi akan dapat dengan cepat beradaptasi dengan perubahan lansekap bisnis dan menuntut lebih banyak dari aplikasi dan data mereka.
Ilustrasi cloud
Keempat, aplikasi akan menjadi lebih cerdas dan dapat disesuaikan. "Di tahun mendatang, kami akan melihat aplikasi dapat mengumpulkan masukan dari para pengguna dan membuat perubahan pada fungsi mereka sendiri untuk meningkatkan pengalaman pengguna terhadap layanan," ujarnya.
Kelima, data akan menjadi seperti emas, sangat berharga. Pada masa mendatang, fokus akan semakin bergeser ke nilai data yang sebenarnya, mendorong pencarian baru untuk menanamkan telemetri, mengumpulkan, serta memperkaya data.
"Ini adalah data yang akan membentuk makna utama dari transformasi digital yang sesungguhnya dan menjadi sumber aliran pendapatan baru yang akan melampaui arus pendapatan tradisional," jelas Reinecke.
Sekali lagi IoT...
Sekali lagi IoT
Pandangan serupa soal tren teknologi tahun depan juga disampaikan Customer Marketing Manager Ericsson Indonesia, Thomas Vidorrekto. Dia menyebutkan, tren teknologi ke depan berhubungan dengan perkembangan teknologi AI. Dia mengatakan, konsumen punya ekspektasi yang mengarah pada otomasi.
"Salah satunya adalah perkembangan sensor AI untuk bisa membaca mood user. Perangkat dengan teknologi ini bisa bereaksi disesuaikan dengan suasana hati pengguna. Nah, teknologi ini bisa jadi mainstream dalam tiga tahun ke depan," kata Vidorrekto kepada VIVA, Kamis 27 Desember 2018.
Tak hanya itu. Kecerdasan buatan juga mengembangkan peran penting ponsel. Menurutnya ponsel bisa menjadi AI Hub dan menjadi tren di masa depan.