IoT dan AI yang Makin Memanjakan

ilustrasi transaksi digital.
Sumber :
  • VIVA/Tim Desain

Onno yakin dengan hal tersebut. Malahan dia lebih spesifik, produk mobile yang berbasis sistem operasi buatan Google yang bakal berjaya pada tahun depan. Meroketnya produk mobile, menurutnya, seiring dengan tren mobilitas pengguna pada era saat ini.

"Yang merajai pasar, kalau dari sisi produk jelas-jelas mobile, khususnya Android. Sebenarnya laptop, komputer, Windows turun semua, kalah jauh dengan mobile dan Android," jelasnya.

Nyaris seperti yang disampaikan Onno, produsen perangkat mobile asal China, Oppo tahu benar bagaimana menjemput tren 2019.

Public Relation Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto mengatakan, tren teknologi yang makin nge-tren pada pasar perangkat mobile ke depan yakni teknologi 3 dimensi dan Augmented Reality alias AR. Dia mengatakan, perangkat mobile dengan AR bakal punya nilai plus di mata pelanggan.

Soal produk yang merajai pada 2019, Aryo berpandangan, perangkat mobile kelas menengah bakal menjadi buruan masyarakat pengguna teknologi. Tren memburu perangkat kelas menengah, menurutnya, sudah terlihat pada tahun ini dan bakal terus berlanjut pada 2019.

"Kami prediksi produk kelas menengah akan kembali berkembang, sama seperti tahun ini," ujarnya.

Tahun depan, Aryo mengatakan, Oppo bakal fokus pada enam perangkat. Produsen ini tak ingin melebar di luar 6 produk yang dimilikinya. Tujuannya supaya pelanggan tak bingung dan mengikat loyalitas pengguna.

Dari sisi pengguna dan lebih luas, Onno mengingatkan tren teknologi pada 2019 harus disambut dengan ketelitian dan kecermatan. Sebab, dengan era data dan keterhubungan saat ini, mau tidak mau benteng privasi bakal terkikis. Onno menegaskan, privasi dan keamanan merupakan dua hal yang seharusnya mulai mendapatkan porsi perhatian pengguna maupun pelanggan.

Kepedulian dan kesadaran dengan dua hal tersebut menurutya perlu digalakkan. Pengguna memang makin dimudahkan tapi tak lantas hanyut dalam kemudahan teknologi tersebut. Supaya siap menghadapi tren teknologi 2019 tersebut, Onno menekankan aspek kesadaran soal hal tersebut.

"Kalau sebagai pengguna saja, yang jadi masalah nanti adalah kemampuan untuk ‘beladiri’, khususnya insting menjaga privasi dan keamanan," jelasnya. 

Dari sisi sistemik, Onno mengatakan untuk membangun kesadaran atas privasi dan keamanan digital, perlu mengubah kurikulum di sekolah dan kampus, terutama pada kemampuan pemprograman komputasi awan, IoT dan big data yang akan menjadi vital bagi statistik. Kalau tidak ada perubahan mendasar dari kurikulum, Onno khawatir, Indonesia bakal makin tertinggal, termasuk ditinggal oleh negeri tetangga.