Menghapus Ujian Nasional
- VIVA/Yasir
Anggota Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menganggap ujian nasional sebenarnya masih diperlukan, cuma namanya bukan ujian. Kalau ujian kesannya untuk menentukan kelulusan. Padahal, sejak beberapa tahun lalu sudah disepakati ujian nasional bukan penentu kelulusan, tetapi sebagai sumber data bagi pembuatan kebijakan.
"Sistem evaluasi sekarang perlu dilakukan perbaikan, penyempurnaan. Terkait sistem evaluasi itu perlu, hanya mungkin modelnya saja diubah atau disempurnakan bukan ujian nasional lagi," ujarnya.
Ia juga sepakat, tahun 2020, UN masih diperlukan. Karena sampai saat ini belum ada assesment yang bisa menggantikan UN. Peniadaan UN bisa dilakukan jika sudah ada penggantinya.
Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Unifah Rasidi, memastikan tetap harus ada standar pendidikan nasional. Unifah berharap soal UN dikaji secara mendalam sebelum dihapuskan, termasuk memikirkan pengganti UN jika ingin dihapuskan. Kajian itu penting agar tak terus menerus melihat wajah pendidikan dari 'kacamata' Jakarta saja. Tapi, harus dilihat dari seluruh Indonesia.
"Karena kondisi di daerah-daerah itu tidak sama. Jadi harus dikaji secara mendalam dan menyeluruh, secara komprehensif. Jangan penghapusannya dulu yang dikedepankan, tapi gantinya apa? Assessment nya apa? Karena sebenarnya dua tahun terakhir ini sudah dilakukan pemetaan pendidikan secara nasional, tapi masalahnya pemetaan itu tidak ditindaklanjuti," ujarnya.
Unifah yakin pemerintah memiliki niat baik untuk memperbaiki pendidikan negeri ini, tapi yang terpenting adalah bagaimana niat baik itu bisa menggerakkan guru dan siswa untuk mengubah paradigma pembelajaran sehingga hasilnya semakin baik.
"Saya tidak mengatakan sekarang ini sudah baik. Tentu kita tetap memerlukan evaluasi di sektor pendidikan ini. Karena kita tahu hari jni parameter keberhasilan siswa itu kan tidak hanya dinilai dari intelektual siswa saja. Nah, bagaimana kemudian kita mengukur parameter-parameter itu semua. Jadi jangan buru-buru menghapus UN-nya, tetapi kira2 assesment-nya yang seperti apa. Itu yang perlu dipahami bersama," ujar Unifah menjelaskan.
Memahami polemik yang muncul, Mendikbud Nadiem Makarim, pekan lalu, memastikan untuk tahun 2020, UN akan tetap dilaksanakan. Tapi Kemendikbud akan terus melakukan kajian terhadap ujian nasional. Nadiem memastikan, saat ini Mendikbud berupaya menciptakan kesinambungan antara sistem pendidikan dan dunia industri, sebagaimana yang diperintahkan Presiden Joko Widodo.