Makassar, Matahari Terbit di Losari

suasana makassar malam hari
Sumber :
  • www.makassarkota.go.id

Ciri Kosmopolis yang melekat sudah merupakan implikasi kota layak huni dan nyaman, selain itu pertumbuhan penduduk yang meningkat signifikan sebab pada 2010 penduduk Makassar baru tercatat 1,3 juta jiwa.

Makassar merupakan kota bisnis terbesar di timur Indonesia. Angka pertumbuhan ekonominya nyaris menyentuh 10 persen per tahun. Selain kota bisnis, Makassar juga memiliki sumber daya alam yang menjadi sektor pariwisata yang menarik, seperti Benteng Rotterdam, Pantai Akkarena, Tanjung Bunga, dan salah satu daya tarik untuk dikunjungi adalah theme park terbesar, Trans Studio.

Dunia Pendidikan

Meski sisi bisnis Makassar sedang mengkilap, justru sektor pendidikan yang melambungkan kota ini dalam survei kota paling layak huni yang dilakukan Ikatan Ahli Perencanaan (IAP). Soal pendidikan, kota ini yang paling tinggi poinnya dibandingkan 16 kota lain yang disurvei.

Rezkiany, 22 tahun, mahasiswa Universitas Hasanuddin, mengaku datang dari kota Palopo untuk berkuliah di kota ini. Menurutnya, Makassar maju dari segi pendidikan. "Universitas terkemuka ada juga di Makassar, tidak kalah dengan yang ada di ibu kota (Jakarta),” katanya.

Namun kemajuan dunia pendidikan ini, menurut Muhary Wahyu Nurba, seorang penulis, tak terlihat dari perpustakaan daerahnya. Perpustakaannya belum berkelas dunia, katanya. "Peradaban selalu dimulai dari membaca dan buku, kasihan Makassar perpustakaannya tidak pernah terkelola dengan baik."

Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, mengatakan gembira atas hasil survei IAP tersebut. "Kami sudah melihat hasil surveinya, tentu ini hal menggembirakan. Memang beberapa kali nama Makassar muncul pada survei-survei perkotaan di Indonesia. Kita selalu masuk ke dalam 10 kota terbaik," ujar Danny, sapaan akrab wali kota.

Namun ia tetap merendah dengan menyebutkan masih banyak yang perlu diperbaiki terutama terkait pelayanan kepada masyarakat dan masalah sampah. "Seperti halnya parkir, macet, banjir, pedagang kaki lima, anak jalanan, kawasan kumuh serta masalah pendidikan, semua kompleks di Makassar,” kata Danny.

"Beberapa bulan ini kami coba fokus pada penganganan sampah di Makassar, yang produksinya mencapai 600 ton lebih per hari.”

Pantai Losari, ikon Kota Makassar.

Fatimah, warga Tamalanrea, Makassar, menyatakan, pelayanan pemerintahan di tingkat balai kota memang membaik. “Namun untuk tingkat kecamatan atau kelurahan warga sering dipersulit dengan persoalan administrasi, dan lain-lain, terus terang saya kurang sukanya di situ," ujar Fatimah, 37 tahun.