Makassar, Matahari Terbit di Losari
- www.makassarkota.go.id
Dari segi transportasi publik, meski termasuk yang paling layak dalam survei IAP, keluhan banyak muncul. Pertumbuhan ekonomi dan populasi membuat kepemilikan kendaraan tumbuh pesat. Jalnan makin sesak. Hingga saat ini, alat transportasi umum yang digunakan warga Kota Makassar adalah pete-pete (trayek / angkot). Tidak jarang kondisi trayek sudah tidak layak pakai.
Selain macet, polusi udara juga sulit untuk diatasi. Dapat dilihat di ruas-ruas jalan Kota Makassar misalnya perintis Kemerdekaan pada jam-jam puncak yaitu pukul 08.00-10.00 jumlah volume lalu lintas yang melintasi ruas jalan tersebut mencapai 8.000 unit/ jam kendaraan berdasarkan Survei Volume lalu lintas 2011. Penyebab kemacetan utama adalah kendaraan roda empat.
Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia untuk Sulawesi Selatan, Lambang Basri, menyarankan Kota Makassar ke depan harus menyediakan angkutan umum massal yang lebih nyaman dan efisien untuk warga kota. Kemudian setelah itu perlu aturan yang tegas dari pemerintah tentang batasan umur kendaraan.
"Hal lain yang juga menjadi PR untuk Makassar, adalah operasional bentor (kendaraan modifikasi becak motor) yang kehadirannya semakin banyak, namun izin dan kelayakan operasionalnya tidak ada sama sekali."
Namun terlepas dari beberapa masalah itu, Awaluddin, 48 tahun, salah seorang warga asli Makassar, mengatakan, Makassar adalah kota nyaman bagi semua orang.
"Jangankan yang tinggal di Makassar, tamu saja pasti suka dengan Makassar karena kuliner yang beragam dan khas, akses pelayanan yang mudah seperti transportasi, serta perkembangan kota Makassar yang tidak pernah ketinggalan dengan kota maju lainnya, seperti Jakarta atau pun Surabaya." (Azzahra Arumi Zaky)