Ke Mana BBM Subsidi?

Pembatasan BBM Bersubsidi
Sumber :
  • VIVAnews/Anhar Rizki Affandi

Antrean panjang para pengenda sepeda motor hendak membeli BBM Bersubsidi di salah satu SPBU, Daerah Istimewa Yogyakarta. (Foto: VIVAnews/Daru Waskita)

Akbar, warga Bogor, juga pasrah terkait kebijakan pemerintah di sektor energi itu. Selain harus mengantre lebih lama, pemilik kendaraan roda empat itu hanya bisa mengisi bensin terbatas. "Saya sampai kesulitan mencari SPBU, bahkan sempat panik. Khawatir kehabisan BBM," ujarnya.

Tak hanya pemilik mobil dan motor, Suwardi (53), nelayan Kampung Tambaklorok, Semarang, mengaku terancam tak bisa melaut, jika pasokan solar terus dibatasi. Dia pun terpaksa membeli solar cadangan sebagai antisipasi jika stok habis.

"Penyediaan solar bagi kami merupakan kebutuhan pokok untuk menopang mata pencaharian," ujar Suwardi saat ditemui VIVAnews, Rabu 27 Agustus 2014.

Di ujung Sumatera, meski tak terjadi antrean panjang, SPBU di Lhokseumawe, Aceh, juga sempat kehabisan BBM. SPBU tersebut kekurangan bahan bakar minyak bersubsidi jenis solar.

Kepada VIVAnews, petugas di SPBU Blang Panyang, Lhokseumawe, mengatakan, menipisnya stok BBM jenis solar itu karena berkurangnya pasokan solar dari Pertamina.

“Biasanya satu hari kami dipasok sampai 24 ton, namun sekarang cuma 8 ton,” ujar Fandika, Selasa, 26 Agustus 2014.

Kondisi serupa terlihat di SPBU di Palembang. Sejak diberlakukan pengendalian BBM bersubsidi, antrean pemilik kendaraan masih normal.
Di wilayah ini, pembatasan BBM bersubsidi hanya terjadi di dua SPBU, yakni SPBU Jalan Taman Kenten serta SPBU kawasan Jalan Kolonel Haji Barlian.

Namun, situasi berbeda terjadi pada stasiun pengisian bahan bakar banker (SPBB) di perairan Sungai Musi. Sejumlah kapal tongkang tidak dapat beroperasi, karena tidak mendapatkan solar.

Dari pantauan VIVAnews, Rabu 27 Agustus 2014, pengisian hanya dilakukan SPBB tertentu. Bahkan, di SPBB kawasan 1 Ilir, Palembang, terpampang pengumuman SPBB itu stop beroperasi.

Norman (40), pengemudi perahu motor yang mangkal tak jauh dari lokasi SPBB, mengatakan, di perairan Sungai Musi sejak Minggu 24 Agustus 2014 sudah tidak lagi melayani pembeli. “Bahan bakar yang dijual sudah habis mas,” katanya.

Chandra, salah satu pengelola SPBB Nomor 2711606 Kawasan Kidul, 11 Ilir, Palembang, membenarkan kondisi itu dikarenakan solar non subsidi miliknya juga tidak mencukupi permintaan pelanggan.