Dalam Cengkeraman ISIS dan Ebola

ISIS rilis video baru pelatihan tentara anak.
Sumber :
  • YouTube


Tapi saat AS dan para sekutunya merusak stabilitas di Suriah, mereka menciptakan surga perlindungan bagi ISIS, yang kemudian berhasil menguasai banyak wilayah kunci di Suriah, termasuk kilang-kilang minyak yang menjadi sumber penghasilan besar.


Pada saat bersamaan, Presiden AS Barack Obama memutuskan untuk menarik seluruh pasukan AS dari Irak, meninggalkan persoalan keamanan pada pasukan pemerintah Irak yang baru dibentuk, dan belum memiliki kesiapan.

Krisis politik dengan ketegangan yang terjadi antara kubu suni dan syia di Irak, menjadi lengkap dengan krisis keamanan, sehingga ISIS yang telah membangun kekuatan selama perang di Suriah, dapat leluasa memasuki Irak dan menguasai banyak wilayah dalam waktu cepat.

Saat ISIS mulai memasuki Mosul, Juni, pasukan pemerintah Irak meletakkan senjata dan melepas seragam mereka, dan membiarkan kota itu jatuh ke tangan ISIS. Situasi itu menegaskan krisis mendalam yang terjadi di Irak.

Dikuasainya Mosul, membuat ISIS menjadi kelompok teroris paling kaya di dunia. Sedikitnya Rp 50 triliun berhasil dirampas ISIS dari bank di Mosul, termasuk emas-emas batangan, serta berbagai peralatan tempur modern seperti tank-tank buatan AS.

DampakISIS

Kebijakan intervensi AS dan negara-negara sekutunya, telah menyebabkan krisis di Irak dan Suriah dengan munculnya ISIS. Persoalan yang menjadi perhatian kemudian, adalah dampaknya bagi banyak negara lain.

ISIS merekrut militan dari banyak negara, termasuk Indonesia, yang pada akhirnya dapat menjadi ancaman saat mereka kembali ke negaranya.  Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid mengatakan, ISIS secara potensi sangat membahayakan.

"Dilihat dari geneologi pemikiran model ISIS sudah banyak berkembang di kalangan anak muda, terutama muslim perkotaan di Indonesia," kata Nusron, 5 Agustus 2014. Cita-cita ISIS, sebutnya adalah menjadikan Islam sebagai sumber hukum formal negara.

Pemikiran seperti itu sudah sangat mengakar dan banyak di Indonesia. "Terutama di kalangan santri baru, yaitu anak muda kota yang baru belajar agama, tapi baru kulitnya belum substansi. Ini berbahaya," ujarnya.

Nusron memperingatkan, gagasan ISIS untuk memasukkan syari`at Islam menjadi hukum formal cukup kuat menyebar di Indonesia. Apalagi pemikiran radikal sudah ada di Indonesia jauh sebelum ISIS dan Al-Qaeda.