Dalam Cengkeraman ISIS dan Ebola
Jumat, 26 Desember 2014 - 21:06 WIB
Sumber :
- YouTube
Baca Juga :
Guardian menyebut Pusat Kendali Lalu Lintas Penerbangan (ATC) Ukraina memerintahkan MH17 untuk terbang pada ketinggian 33.000 kaki lebih rendah dari jadwal MH17 sebelumnya, pada 35.000 kaki.
Seorang warga negara Spanyol bernama Carlos, yang bekerja untuk ATC Ukraina, menyebut di Twitter bahwa sebuah jet tempur Ukraina terdeteksi pada radar berada dekat MH17 sebelum dan sesudah tragedi.
Laporan BBC pada 17 Juli, menyebut bahwa pasukan keamanan Ukraina menyita rekaman pembicaraan antara ATC Ukraina dan pilot MH17. Cuitan Carlos juga menghilang dari Twitter, beberapa jam kemudian.
Motif Politik
Ulson Gunnar, analis geopolitik AS pada artikelnya untuk Global Research, 30 November, menyebut penyelidikan atas jatuhnya MH17 banyak didasari motif politik. Terutama adalah membantu propaganda Barat untuk menyudutkan Rusia.
Dia memperingatkan bahwa pelaku sebenarnya, tidak akan terungkap dalam penyelidikan yang dipimpin oleh Belanda. "Seperti banyak peristiwa lain dalam sejarah manusia, yang terjadi di tengah ketegangan politik, tragedi MH17 akan jadi misteri," tulis Ulson.
"Misteri untuk menutupi fakta, yang dilakukan oleh NATO, Washington, London, dan Brussel," tambahnya. Akademisi Malaysia Chandra Muzaffar, yang dikutip The Malaysian Insider, menyebut penyelidikan MH17 jelas diarahkan untuk memojokkan Rusia.
"Sejak awal, Ukraina, AS, dan para sekutunya, hanya membangun cerita tentang bagaimana pemberontak pro-Rusia di Ukraina menembak jatuh MH17, dengan rudal yang dipasok Rusia," kata Muzzaffar.
Tapi hingga kini, kata dia, belum ada bukti-bukti yang disodorkan oleh Ukraina maupun AS, untuk mendukung tuduhan mereka terhadap Rusia. "Data komprehensif dari citra satelit, mungkin dapat meyakinkan banyak orang," ujar Muzaffar.
Legalisasi Ganja
Pada 2014, isu legalisasi ganja juga meluas di banyak negara. Kubu pendukung legalisasi ganja berpendapat, negara harus menghormati keinginan individu dan hak untuk menentukan nasib sendiri, termasuk tidak melarang orang-orang merusak dirinya sendiri.
Mereka membandingkannya dengan obesitas, yang menjadi persoalan dan menyebabkan banyak kematian, tapi pemerintah tidak punya hak untuk mengatur, berapa banyak warganya dapat makan.