Haesanmul Gansig, Si Bakso Korea

Camilan laut Haesanmul Gansig
Sumber :
  • Dok. Haesanmul Gansig


Kalau dibikin menarik, pasti anak-anak suka. Dia yakin dengan pendiriannya.


Dengan membongkar tabungan yang tak lebih dari Rp50 juta, dia memutuskan berhenti dari Lotteria, banting setir berbisnis sendiri. Dia mendirikan Haesanmul Gansig melalui bendera PT Angsana Dwitunggal. Pada 25 November 2013, gerai pertama pun berdiri di Giant Palem Semi Karawaci.

Sekarang, jualan utama Haesanmul Gansig itu fish balls, crab balls, squid balls, salmon balls, lobster balls, shrimo balls, dan scallop balls. Semua bakso ditusuk lalu digoreng dan dicelupkan ke saus. Selain itu ada juga teriyaki dan juga nasi.

Produk ini tentu ini tidak luar biasa karena sudah banyak camilan ikan goreng, udang goreng, dan cumi goreng asli Indonesia. Namun ada satu yang khas, yaitu saus ala Korea. "Ini yang bikin para konsumen kangen," kata Store Manager Haesanmul Gansig, Yayi Kartika, beberapa waktu lalu.

Menurut Yayi, saus Korea memiliki cita rasa yang berbeda, kombinasi rasa manis dan pedas membuat lidah ingin terus menikmati lagi dan lagi. Jenisnya ada gangjon, Korean chili, saus sambal, dan barbeque. Semua tinggal pilih.

"Pertama kali ketika dicicipi terasa manis kemudian rasa pedas mulai menyengat sesudahnya. Ini yang membuat kangen," katanya.

Harga yang ditawarkan untuk camilan laut ini pun relatif terjangkau mulai dari Rp7.500 sampai Rp9.000. Khusus paket teriyaki, harganya Rp11-15 ribu per pack.

Setelah sukses di geriai pertamanya, Goenardjoadi kemudian membuka lagi di Giant Mutiara Gading Timur Bekasi dan Istana Froggy BSD City Serpong. Setelah itu, pada 2014, Goenardjoadi mulai bekerja sama dengan pihak ketiga dengan skema waralaba.

Kini sudah belasan gerai menyebar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi. Menyusul akan ada beberapa lagi di luar kota, Denpasar dan Purwokerto.

Waralaba Rp150 Juta
Bagi Anda yang ingin memiliki Haesanmul Gansig, Goenardjoadi mematok Rp150 juta. Biaya ini untuk membeli peralatan, perlengkapan, inventori awal, dan franchise fee. Persyaratan lain, calon franchise harus memiliki lokasi di foodcourt ukurannya 15 meter per segi. Lebih diutamakan di sekolah-sekolah maupun kampus.