Restoran Seafood Waralaba Gaya Amerika Menggurita
- VIVAnews/Ahmad Rizaluddin
VIVA.co.id - Ada banyak restoran menawarkan beragam menu andalannya untuk memikat hati para pelanggan. Bahkan, bagi penyuka masakan jenis seafood, sepertinya tak lagi kesulitan dalam menemukan tempat favorit.
Biasanya, selain berharap dapat memanjakan lidah untuk menyantap kelezatan makanan-makanan laut tersebut, hal lainnya yang diinginkan adalah tempat yang nyaman. Dan ternyata, banyak studi yang mengemukakan bahwa seafood memiliki nutrisi yang sangat penting, seperti omega-3, vitamin A, vitamin E, vitamin B6, protein, asam lemak, dan mineral.
Meskipun mengandung nutrisi yang sangat penting, ternyata tetap saja ada masyarakat yang enggan untuk mengonsumsi seafood. Menurut mereka, seafood bisa menyebabkan kesehatan terganggu. Meski kenyataannya seafood bisa memberikan manfaat yang baik untuk tubuh, baik bagi kesehatan maupun kecantikan.
Akan tetapi, bagaimana rasanya apabila menikmati ragam kuliner seafood di ibu kota sambil merasakan sensasi akan suasana dan gaya Amerika?
Sejak pembukaan pertamanya di Jakarta, tepatnya di Grand Indonesia pada Desember 2009, The Manhattan FISH MARKET terus berkembang. Ya, restoran seafood dengan gaya Amerika pertama kali di Indonesia ini kini telah melebarkan sayapnya di lebih dari lima restoran, salah satunya berada di Bali.
"Salah satu kunci yang berbeda dari bisnis waralaba ini adalah komitmen kami dalam bermitra franchise untuk menggapai sukses. Kami sangat senang dengan perkembangan dan pertumbuhan tim Indonesia," ujar Chief Executive Officer (CEO) The Manhattan FISH MARKET International, Davy Wee, kepada VIVA.co.id beberapa waktu lalu.
Wee mengungkapkan, dalam beberapa tahun terakhir, The Manhattan FISH MARKET telah beroperasi di lebih dari 50 restoran di tujuh negara yang berbeda. Termasuk, Malaysia, Singapura, Thailand, Sri Lanka, Oman, dan Myanmar.
Menurut dia, tidak lama lagi, juga akan kembali dibuka restoran pertama di Jepang dan India. "Di kedua negara itu akan dilakukan pada kuartal pertama 2015. Berikutnya, pada pertengahan tahun ini di Bangladesh dan Qatar," ujar pengusaha yang berdomisili di Singapura itu.
Target lainnya, dia menjelaskan, akan membuka pasar baru di Filipina, Tiongkok, dan Timur Tengah.