Tentara Bersenjata Twitter

Serangan udara tentara Israel di Jalur Gaza
Sumber :
  • REUTERS/Majdi Fathi


"Alasan kami memulai ini, karena kami menyadari ada pengembangan lapangan media yang sepenuhnya baru, dan kami ingin tetap relevan dan efektif serta berpengaruh di lapangan ini juga," kata Avital Leiboovich, sang kaisar pasukan media sosial IDF.


Dikatakan Leiboovich, militer adalah sebuah organisasi tertutup yang tidak akan berbagi dengan orang lain, menggunakan bahasa yang tegas, singkat, mungkin kasar.

"Tapi inilah kami (pasukan media sosial) kebalikannya. Kami kreatif, terbuka, interaktif dan kami berbagi. Ini sesuatu yang sangat unik," ujar wanita, yang memimpin tim terdiri dari puluhan orang.

Jika sebelumnya informasi disembunyikan, kini IDF dan Hamas beradu cepat menyodorkan informasi. "Ini cara yang sangat berbeda dalam melakukan perang opini dalam jaringan," kata analis media sosial Noah Shachtman.

Saat Israel kembali mengerahkan pasukan darat ke Gaza, pada 12 Juli 2014, IDF telah membuat ratusan pesan dan foto di Twitter, didesain untuk membuat opini publik berpihak pada Israel.

Tim IDF membuat berbagai grafik, memperlihatkan militan Hamas menembakkan roket dari sekolah-sekolah, jendela rumah sakit, rumah penduduk. Mencari pembenaran atas serangan mereka yang menewaskan warga sipil.

Brigade 77

Pada akhir Januari 2015, militer Inggris mengumumkan rencana pembentukan tim pasukan khusus yang mereka beri nama Brigade 77, terdiri dari para tentara yang akrab dengan media sosial (medsos).

Unit militer yang akan terdiri dari 1.500 personil itu, akan dilibatkan dalam perang non-konvensional di era informasi, menyusul langkah yang telah dilakukan Israel dan Amerika Serikat (AS).

Pasukan yang mengambil nama dari pasukan gerilya Inggris dibawah pimpinan Mayjen Orde Wingate dalam Perang Dunia II, disebut akan mempelajari kemampuan dari Israel.

Pejabat senior Inggris mengatakan, militer harus beradaptasi dengan perubahan dalam situasi perang modern, di mana informasi memainkan peran yang tidak kalah penting dibanding tank dan artileri.

"Brigade 77 dibentuk untuk merespon perubahan karakter konflik modern, dan untuk mampu bersaing dengan musuh-musuh yang lincah dan kompleks," disebut dalam pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Inggris.

Disebutkan juga, bahwa personil brigade itu juga akan memiliki spesialisasi dalam rekonstruksi dan pengembangan, untuk memenangkan hati dan opini dalam pertempuran.