Semua Orang Jokowi

JELANG PERINGATAN KONFERENSI ASIA AFRIKA
Sumber :
  • Antara/Andika Wahyu

Berdasarkan Pasal 6 Perpres tersebut, Deputi Kantor Staf Presiden terdiri dari  lima Deputi. Sementara itu, Tenaga Profesional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Deputi. Tenaga Profesional terdiri dari, Tenaga Ahli Utama, Tenaga Ahli Madya, Tenaga Ahli Muda, dan Tenaga Terampil.



Diisi Orang Dekat

Lima Deputi Kantor Staf Presiden diisi orang-orang dekat Luhut maupun Jokowi. Kedekatan antara Luhut dengan Jokowi tak dapat bantah. Kedua tokoh ini telah menjalin hubungan sejak lama. Mereka memiliki bisnis bersama. Sehingga tidak aneh Jokowi menunjuk Luhut menjadi komandan di lembaga baru ini.

Di Pilpres 2014, Luhut ikut andil besar membawa Jokowi menjadi Presiden. Dia menjadi Dewan Pengarah Tim Sukses Jokowi-JK. Ia rela menanggalkan jabatannya sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar demi menyokong Jokowi.

Deputi I yang membidangi masalah monitoring dan evaluasi diisi oleh politikus PDI Perjuangan, Darmawan Prasojo. Darmo, biasa dia disapa, merupakan seorang ekonom dan memiliki kemahiran di minyak dan gas.

Luhut mengaku nama Darmawan Prasojo adalah rekomendasi darinya, karena punya sejarah dengan orangtua Darmawan. "Memang ada KKN sedikit karena dulu ayahnya adalah  instruktur saya di akademi militer. Pas saya ketemu dia,  wah ini orang boleh juga. Saya lihat CV-nya paten juga," kata Luhut di Kantor Sekretaris Negara, Kompleks Istana Negara, Kamis 2 April 2015.

Deputi II yang membidangi pengelolaan dan kajian program prioritas diisi oleh ekonom Yanuar Nugroho. Yanuar adalah dosen dan peneliti di Manchester Institute of Innovation  Research, Manchester Business School dan peraih “Hallsworth Fellowship Award”.

“Saya kenal Pak Yanuar ini dari Presiden. Jadi Presiden titip. (Tepatnya) bukan titip, tapi bilang ke saya, 'Pak Luhut, itu di sana ada yang hebat banget, namanya Yanuar',"  kata Luhut.

Purbaya Yudhi Sadewa. 


Deputi III yang mengelola isu strategis, diisi oleh Purbaya Yudhi Sadewa. Penunjukan Purbaya cukup mengejutkan, karena  dia adalah orang dekat Hatta Rajasa. Purbaya pernah menjadi staf khusus Hatta Rajasa.

Penunjukan Purbaya bukan tanpa alasan. Luhut mengaku sudah mengenal orang ini dari temannya. Dari informasi temannya itu, Luhut mencari tahu dan bertemu langsung dengan Purbaya. Dia lantas memberikan tes kepada Purbaya, saat bertemu dengan World Bank dan IMF.

Luhut mengaku puas dengan Purbaya. Setelah itu, Luhut kemudian memperkenalkan Purbaya ke Jokowi saat kampanye Pilpres 2014.

"Selama kampanye Pak Jokowi, dia yang mem-brief Pak Jokowi. Dan Pak Jokowi sangat puas dengan Pak Purbaya," kata Luhut.

Deputi IV yang membidangi masalah komunikasi politik dan diseminasi informasi, dipegang oleh Eko Sulistyo. Eko adalah orang dekat Jokowi. Dia sudah mengawal Jokowi sejak di Solo.