Semua Orang Jokowi
Sabtu, 11 April 2015 - 01:15 WIB
Sumber :
- Antara/Andika Wahyu
Menteri BUMN, Rini Soemarno.
Baca Juga :
Kata Rini, jabatan komisaris di BUMN bisa diduduki oleh siapa saja dan tidak melulu berlatar belakang bidang yang sama dengan sektor usaha perusahaan pelat merah bersangkutan.
Selain itu, kata Rini, pemilihan jajaran komisaris juga berbeda dengan jajaran direksi. Kalau direksi perusahaan pelat merah, Kementerian BUMN akan mengadakan uji kelayakan (fit and proper test). Tapi, tidak berlaku bagi komisaris. "Mereka hanya dilihat dari CV-nya, orang ini baik atau tidak," ujar Rini.
Rini menekankan bahwa komisaris tak bisa mengambil keputusan sendirian. Mereka harus berkoordinasi dengan pemegang saham. "Tanggung jawab operasi ada di direksi. Komisaris hanya melakukan pengawasan dan koordinasi dengan pemegang saham," kata dia.
Sementara itu, pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menilai balas budi dalam politik tidak hanya terjadi era Jokowi. Era sebelumnya, juga melakukan hal serupa.
“Seperti itu tradisinya. Jabatan komisaris BUMN dijadikan komoditas balas budi politik yang sudah berjuang dan memenangkannya pada pemilu,” kata pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago saat berbincang dengan VIVA.co.id.
Justru yang tidak lazim, kata Pangi, adalah menempatkan orang-orang tak kredibel. Tidak punya kemampuan di bidangnya, tapi tetap dimasukkan hanya sebagai tanda terima kasih. Ujungnya, perusahaan tidak bisa maju.
Berikut mantan relawan dan orang-orang dekat Jokowi yang menjabat di BUMN:
Cahaya Dwi Rembulan Sinaga
Cahaya Dwi ditunjuk sebagai Komisaris PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Wanita ini pernah menjadi calon anggota DPR RI daerah pemilihan Kalimantan Tengah pada Pemilu 2009. Namun, dia gagal memenuhi suara.