Kala Kekeringan Meradang
- ANTARA/Aditya Pradana Putra
Langkah Pemerintah
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengklaim, mereka sudah melakukan berbagai langkah antisipasi terkait bencana kekeringan ini.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan, antisipasi yang dilakukan adalah menyusun langkah kedaruratan dalam menghadapi kekeringan. Selain itu, BNPB menggelar rapat koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“BNPB juga menyiapkan dana Rp75 miliar untuk didistribusikan ke provinsi. Nanti pemprov yang akan membagikan ke kabupaten/kota. Dana itu akan digunakan untuk operasional distribusi air bersih, perbaikan pipa, dan perbaikan bak-bak penampungan,” ujarnya kepada VIVA.co.id, Rabu, 5 Agustus 2015.
Ia mengatakan, memang ada opsi membuat hujan buatan. BPBD bersama BPPT melaksanakan hujan buatan sejak Juni lalu sampai sekarang. Tapi, itu dilakukan di Riau dan Sumatera Selatan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan.
Menurut Sutopo, ada 16 provinsi, 102 kabupaten/kota, dan 721 kecamatan yang mengalami kekeringan. Sementara itu, sekitar 111 ribu hektare sawah mengalami kekeringan.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono mengatakan, pemerintah sudah memantau belasan waduk guna memastikan kondisi debit air.
Menurut dia, dari 16 waduk yang dimonitor memang ada yang kering. Namun, karena ada hujan, ia yakin saat ini kondisinya sudah membaik.
“Ketua Komite Nasional Indonesia-International Commission on Irrigation and Drainage, Pak Hasan (Mohamad Hasan) kemarin bilang, dari 16 waduk utama, itu yang tadinya kering, sekarang sudah mulai ke kondisi normal defisit. Defisit artinya masih ada air yang kita operasikan dengan pola kering,” ujarnya kepada VIVA.co.id, Rabu, 5 Agustus 2015.
Ia menambahkan, dari 91 waduk yang dimonitor di seluruh Indonesia, hanya 17 waduk yang airnya susut. Artinya, air dari waduk masih bisa digunakan untuk musim tanam hingga Oktober.
Menurut Basuki, ada sekitar 7,4 juta hektare sawah yang mengalami kekeringan. Ia mengatakan, yang kekeringan biasanya sawah irigasi teknis yang airnya dari waduk.
Namun, yang lebih dominan adalah yang air untuk sawahnya bukan dari waduk, tapi bendungan. “Untuk antisipasi, kita masih punya 760 pompa yang disiapkan,” katanya.
Hal senada disampaikan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman. Ia mengatakan, kementerian sudah mengantisipasi kekeringan sejak dini.
Menurut dia, sejak Januari, pemerintah telah membangun irigasi tertier. Selain itu, pemerintah sudah menyiapkan puluhan ribu pompa. Kementerian juga membuat embung, parit, dan sumur dangkal.