Kala Kekeringan Meradang

Kekeringan di Jawa Tengah
Sumber :
  • ANTARA/Aditya Pradana Putra

“Irigasi tertier 1,3 juta hektare sudah selesai fisiknya. Kemudian pompa sudah di petani semua,” ujarnya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2015.

Ia mengatakan, Indonesia endemis kekeringan 200.000 hektare setiap tahun. Untuk itu, ia membentuk tim khusus guna menangani kekeringan, banjir, dan hama.

Mentan mengklaim, dengan sejumlah langkah antisipasi tersebut, pemerintah berhasil menyelamatkan sekitar 100.000 hektare lahan persawahan.

Ia juga optimistis, target produksi gabah akan tercapai. Ia  menjamin, cadangan pangan masih aman, sehingga pemerintah belum memutuskan impor pangan. “Jadi impor adalah pilihan terakhir,” kata Amran.

Dari 91 waduk yang dimonitor di seluruh Indonesia, hanya 17 waduk yang airnya susut. Foto: ANTARA/Ahmad Subaidi

Pernyataan senada disampaikan Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Hasil Sembiring. Ia mengatakan, Kementan sudah melakukan langkah-langkah antisipasi terkait kekeringan. Salah satunya dengan memperbaiki infrastruktur pertanian.

“Kita sudah perbaiki infrastruktur itu seperti irigasi, penyimpanan air, tandon air (embung), dan pemberian pompa air. Kita juga sudah komunikasi dengan pemda supaya tidak memaksakan menaman padi di daerah yang endemis dan kurang air,” ujarnya kepada VIVA.co.id, di Jakarta, Kamis 6 Agustus 2015.

Ketua Komisi IV DPR RI, Edi Prabowo, mengatakan, kekeringan yang terjadi saat ini bukan yang pertama. Menurut dia, kekeringan dan perubahan iklim merupakan siklus alam yang terus berulang setiap tahun.

Untuk itu, seharusnya pemerintah tanggap dan mempunyai strategi yang matang guna menghadapi ancaman kekeringan.

Menurut dia, menteri pertanian, menteri kehutanan, menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat, BMKG, BNPB, BPPT, dan semua stakeholder yang terkait hingga tingkat daerah, seharusnya sudah siap dengan ancaman dan dampak dari kekeringan tahun ini.

“Ini penting, karena kekeringan dan ancaman El Nino akan berdampak pada banyak sektor, bukan hanya pertanian,” ujarnya kepada VIVA.co.id, Rabu, 5 Agustus 2015.

Ia menegaskan, pemerintah harus serius menyikapi ancaman ini. Jangan sampai, penanganan kekeringan ini dilakukan ala kadarnya, setengah-setengah dan tidak menyelesaikan masalah.

Menurut dia, pemerintah harus mempunyai roadmap yang jelas dalam menghadapi ancaman kekeringan. “Koordinasi harus dilakukan dengan semua stakeholder di tingkat pusat dengan tetap melibatkan pemerintah daerah. Ini tidak bisa dikerjakan sendiri. Harus dikerjakan bersama-sama,” tuturnya.

Hari menjelang sore. Namun, puluhan warga Desa Mapeganda, Sikka, NTT, masih berdatangan ke sungai. Mereka juga mandi dan berendam di kubangan secara bergantian, bersama kawanan hewan ternak piaraan.

Mereka menunggu negara mengulurkan tangan, agar tak lagi menggunakan air kubangan, untuk mandi dan melanjutkan kehidupan. (art)