Jutaan Rupiah dari Mengaspal

Ilustrasi ojek online.
Sumber :
  • REUTERS/Beawiharta
Uber memberikan pilihan transportasi yang diklaim aman, terpercaya, dan terjangkau.

Pemain sejenis di bisnis transportasi berbasis online adalah Uber. Juru Bicara Uber, Karun Arya, bahkan mengatakan, perusahaan tengah mempersiapkan dokumen permohonan untuk mendirikan perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA).

Saat ini, Karun menjelaskan, Uber telah menciptakan ribuan kesempatan kerja bagi masyarakat Indonesia. Di Jakarta, banyak dari mitra Uber yang sebelumnya merupakan pengemudi taksi atau tidak memiliki pekerjaan, kini telah menjadi wirausaha yang berkembang dengan menggunakan aplikasi Uber.

"Mitra kami mendapatkan penghidupan yang lebih baik serta mendapatkan fleksibilitas waktu kerja. Secara rata-rata, banyak dari mitra kami yang mampu memperoleh penghasilan bulanan sampai dengan Rp12 juta," kata Karun dalam penjelasan tertulisnya, Jumat 4 September 2015.

Di Jakarta, seperti halnya di lebih dari 330 kota di seluruh dunia, Uber telah mengubah cara masyarakat dalam berpergian dan semakin terhubung dengan kotanya. Uber memberikan pilihan transportasi yang diklaim aman, terpercaya, dan terjangkau.

Sebagai perusahaan teknologi, Uber memang bukan perusahaan taksi atau transportasi. Perusahaan tidak memiliki, mengoperasikan kendaraan, atau mempekerjakan pengemudi.

"Platform kami hanya menghubungkan permintaan penumpang kepada mitra dari perusahaan penyewaan transportasi, yang berizin perusahaan atau koperasi," ujar Karun.

Teknologi yang dikembangkan Uber, dia menambahkan, diklaim telah mengubah cara mobilitas penduduk perkotaan dan secara aktif bekerja sama dengan otoritas daerah setempat untuk membangun solusi jangka panjang yang dinilai menguntungkan komunitas.



Investasi Asing

Gojek, diketahui masuk dalam jajaran penerima investasi dari NSI Ventures.

Bisnis jasa transportasi berbasis online ini tentu saja membutuhkan investasi tidak sedikit. Selain untuk aplikasi teknologi, juga sarana pendukung lain.

Dari data yang dikumpulkan VIVA.co.id, dan penelusuran di situs nsi.vc, salah satu startup, yakni Gojek, diketahui masuk dalam jajaran penerima investasi dari NSI Ventures.

NSI Ventures adalah perusahaan teknologi berbasis di Singapura. Namun, tidak diketahui berapa besaran investasi yang digelontorkan NSI kepada Gojek. NSI Ventures adalah bagian dari Northstar Group, perusahaan ekuitas swasta yang mengelola dana lebih dari US$1,8 miliar, atau sekitar Rp25,5 triliun.