Menembus Asap, Mengais Receh

Sorot Asap Medan Sorot
Sumber :
  • ANTARA/Irsan Mulyadi

Pembakaran lahan yang dilakukan petani diperbolehkan asal tidak melebihi batas lahan yang telah ditetapkan yaitu dua hektare. Foto:  ANTARA/Wahyu Putro A



Bisnis penerbangan terhantam

Sebagai daerah kepulauan, transportasi udara merupakan moda angkutan paling efisien dan efektif guna mendukung kegiatan bisnis antar daerah di Indonesia.

Tingginya intensitas kabut asap akibat kebakaran hutan tersebut jelas paling menghantam bisnis penerbangan dibandingkan moda transportasi lainnya.

Akibat kebakaran ini, tentunya akan menyebabkan dampak ekonomi kepada beberapa maskapai penerbangan. Salah satu yang terdampak adalah maskapai Batik Air.

Direktur Utama Batik Air, Capt Achmad Luthfie mengatakan, kerugian yang dialami oleh Batik Air mencapai jutaan dolar Amerika Serikat (AS) akibat musibah ini. Karena menyangkut kegiatan operasional maskapai.

"Jadi, kerugian kami di utilitasi pesawat saja, pesawatnya jadi nggak bisa terbang, kan otomatis kami nggak dapat uang. Kalau dikalkulasiin angkanya susah diterangin, diperkirakan jutaan dolar AS," ujar Luthfie saat dihubungi VIVA.co.id, Rabu, 16 September 2015.

Selama kebakaran hutan tahun ini, tidak sedikit penerbangan Batik Air yang mengalami penundaan (delay) selama empat hingga lima jam. Bahkan, tak jarang membatalkan penerbangan. Akibatnya, sebagai bentuk ganti rugi ke penumpang, tidak sedikit biaya yang telah dikeluarkan untuk pengembalian uang tiket kepada penumpang.

Luthfie melanjutkan, yang paling dirugikan adalah penumpang. Karena, kerugian bisnis yang harus dialami akibat tertundanya penerbangan.

"Rugi immaterial penumpang itu yang tidak terhitung, kan lama nunggu di airport. Penumpang kan juga banyak keperluan, jadi yang sangat dirugikan itu penumpang," kata dia.

Dia juga mengkritik oknum perusahaan ataupun pribadi yang melakukan pembakaran hutan dengan sengaja. "Pembatalan penerbangan sudah banyak, kami belum hitung persisnya. Rugi perusahaan tidak usah dihitung lah," katanya.

Luthfie menjelaskan, pembatalan penerbangan terjadi di beberapa kota. Di Sumatera, penundaan atau pembatalan yang paling sering terjadi di kota Pekanbaru, Medan, Batam, dan Palembang. Selanjutnya, di Kalimantan, pembatalan kerap terjadi di kota Tarakan.

Kerugian besar juga dialami maskapai pelat merah Garuda Indonesia. Corporate Communication PT Garuda Indonesia, Benny Butar Butar, mengatakan, kejadian ini sangat berdampak negatif kepada keuangan perusahaan.

"Yang jelas, pesawat ada yang delay dan cancel, maskapai selalu menjadi korban dari yang bukan kesalahannya," ujar Benny kepada VIVA.co.id.

Mengenai total kerugian yang diderita Benny mengatakan, perusahaan masih terus mengkalkulasi ulang dampak keuangan dari musibah ini. Namun, yang jelas kerugiannya cukup besar akibat penundaan hingga pembatalan penerbangan.

Dia pun mengatakan, Garuda sedang berkoordinasi dengan pihak otoritas bandara dan pemerintah setempat untuk mengatasi kabut asap tersebut.

"Kalau kerugian secara total, kami belum hitung. Saat ini lebih fokus ke penumpang dan kami ikut koordinasi dengan otoritas bandara setempat serta pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya untuk bantu atasi kabut asap atau kebakaran hutan itu," ujarnya.