Di Sini Mereka Lindungi Diri

Minimnya Lahan Bermain Bagi Anak-anak
Sumber :
  • VIVAnews/Anhar Rizki Affandi

Ia ingin menciptakan taman baca yang bukan sekadar buku, tapi menjadi komunitas yang ramah anak. Upaya itu dilakukan dengan menampung apa pun kegiatan yang mendukung tumbuh kembang anak.

“Beberapa aktivitas yang kami lakukan adalah bimbingan belajar gratis, camping, wisata edukasi, menulis, belajar komputer, story telling, membuat kreativitas dari barang bekas, bedah buku dan lain-lain,” tuturnya.

Taman baca bisa menjadi solusi untuk memproteksi anak-anak dari ancaman kekerasan dan kejahatan. 

Hal senada disampaikan Edi Dimyati. Pendiri taman baca Kampung Buku ini mengatakan, di tengah minimnya ruang bermain anak, taman baca bisa menjadi solusi untuk memproteksi anak-anak dari ancaman kekerasan dan kejahatan. Menurut dia, ruang bermain dan sarana kreativitas anak memiliki fungsi sebagai media tempat anak berkreasi.

“Generasi yang kreatif akan menghilangkan budaya negatif seperti kekerasan, seks menyimpang, dan kasus-kasus lainnya,” ujarnya kepada VIVA.co.id, Rabu, 14 Oktober 2015.

Menurut dia, taman baca, sanggar, dan komunitas ampuh untuk menangkal ancaman kekerasan serta kejahatan terhadap anak-anak. Meski tak luas, peran taman baca menjadi penting karena bisa menjadi salah satu ruang anak untuk beraktivitas.

Ia mengatakan, selain menyediakan bahan bacaan, taman baca yang beralamat di Jalan Abdul Rahman, Rt. 15, Rw. 005 Cibubur, Jakarta Timur ini juga menggelar sanggar tari, kelas Bahasa Inggris, kelas menggambar, dance, yoyo, dan sejumlah aktivitas lain.



Jadi Tumpuan
Keberadaan taman baca di wilayah mereka itu disambut baik warga. Mereka menilai, taman baca bisa menjadi alternatif bagi anak-anak untuk menghabiskan waktu sepulang sekolah.

Kasiyono (39) misalnya. Ayah Raditya ini mengatakan, anaknya sering menghabiskan waktu di RB Zhaffa. Anaknya sudah menjadi pelanggan Zhaffa sejak taman baca itu berdiri. Dalam sepekan, anaknya bisa tiap hari ke Zhaffa.

Karyawan swasta ini mengaku terbantu dengan keberadaan Zhaffa. Menurut dia, keberadaan taman baca tersebut membuat ia tenang, meski ia dan istrinya sibuk bekerja. Ia mengaku, taman baca itu sangat membantu pertumbuhan anaknya.

“Anak bisa berinteraksi dengan teman sebaya, tak hanya di rumah atau teman sekolahnya saja. Perkembangannya lebih bagus,” ujarnya kepada