Dari Rumah hingga Barang Bekas

Bangunan rumah hasil program bedah rumah yang diprakarsai komunitas Zona Bombong. Foto: VIVA.co.id/Purna Karyanto Musafirian
Sumber :
  • VIVA.co.id/Purna Karyanto Musafirian

Tak lama kemudian, sejumlah orang melakukan survei, guna melihat kondisi rumahnya. “Setelah disurvei, rumah saya langsung dibongkar dan mulai dibangun,” ujarnya semringah.

Suami Kusmiati ini mengatakan, ia tak mengeluarkan biasa sepeser pun dalam proses pembangunan rumahnya. Karena, semua biaya sudah ditanggung oleh Zona Bombong.

Ia hanya menyiapkan makanan untuk warga yang bekerja membangun rumahnya. “Semuanya gratis mas,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Selanjutnya...Bedah Rumah

Bedah Rumah

Muhammad Soban tak sendiri. Sudah banyak warga kurang mampu yang dibantu komunitas yang digawangi oleh anak-anak muda ini.

Datimah (72) misalnya. Nenek sebatang kara yang tinggal di Desa Langgong Sari, Cilongok, Banyumas ini menjadi salah satu warga yang mendapatkan bantuan program Bedah Rumah.

Wanita yang hidup sendiri ini mengaku nyaman dengan rumah barunya, meski dinding bangunan dari kalsiboard dan atap menggunakan seng. Menurut dia, kondisi ini jauh lebih baik dibanding rumah yang ia tinggali sebelumnya.

”Rumah saya roboh karena sudah tua dan dimakan rayap,” ujar dia kepada VIVA.co.id, Kamis, 17 Maret 2016.

Datimah sangat bersyukur dan merasa terbantu. Tak henti-hentinya ia menyampaikan terima kasih kepada Zona Bombong yang telah menolongnya.

Ungkapan yang sama disampaikan Suti (55). Warga Desa Kalimanggis, Cilongok ini juga menjadi salah satu orang yang mendapatkan bantuan program Bedah Rumah. “Rumah saya sebelumnya rusak dan hampir roboh karena terbuat dari gedek,” ujarnya saat VIVA.co.id berkunjung ke rumahnya, Kamis, 17 Maret 2016.

“Alhamdulillah, saya bersyukur punya rumah. Meski kecil tapi nyaman. Ini sudah lebih dari cukup,” ujar dia sambil terbata-bata.

Program Bedah Rumah Zona Bombong fokus untuk memperbaiki rumah kaum duafa yang hampir roboh. Foto: VIVA.co.id/Purna Karyanto Musafirian

“Rumah Pak Soban merupakan yang ketiga belas,” ujar jemaah Zona Bombong yang menangani program Bedah Rumah, Muhamad Ajir Ubaidillah (25). Ia mengatakan, program yang menyasar kaum dhuafa itu sudah berjalan selama dua tahun.

Pria yang akrab disapa Gus Ajir ini menuturkan, usai pulang dari pondok pesantren, ia lebih banyak aktif di majelis taklim dan pengajian. Aktivitas sosialnya dimulai saat ia dengan sejumlah temannya membenahi distribusi zakat fitrah di kampungnya.