Berawal dari Barcelona
- VIVA.co.id/Purna Karyanto
Selama karantina, 9 pebulutangkis pelatnas yang akan bertanding di Olimpiade --minus Tommy yang berlatih di Malaysia-- mendapat program latihan yang kurang lebih sama dengan di pelatnas. Akan tetapi, suasana latihan akan berbeda dari biasanya karena ditambah dengan berbagai kegiatan refreshing, guna membuat latihan makin kondusif dan menekan rasa jenuh dari para pemain.
Poin pembenahan psikologis para pemain rupanya juga menjadi sasaran utama dalam mengatasi ketegangan dan besar tekanan publik yang dapat membebani psikis atlet. "Salah satu yang paling penting adalah menjaga kenyamanan dan motivasi mereka. Baru setelah itu kita diskusikan apa saja yang masih mereka rasa jadi kekurangan untuk diperbaiki," kata Richard Mainaky, pelatih kepala ganda campuran PBSI kepada VIVA.co.id.
Richard juga yakin bahwa dua wakil ganda campuran yang turun bertanding memiliki kesempatan yang bagus di Rio. Owi/Butet akan bersaing dengan Bodin Issara/Savitree Amitrapai dari Thailand, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (Malaysia) dan wakil Australia, Robin Middleton/Leanne Choo di Grup C.
Sedangkan di Grup A, Jordan/Debby bersama dengan pasangan Tiongkok, Zhang Nan/Zhao Yunlei, Lee Chun Hei/Chau Hoi Wah (Hong Kong) dan Michael Fuchs/Birgit Michels (Jerman).
Pentingnya faktor psikologis pemain ini juga disampaikan oleh Herry Iman Pierngadi selaku juru taktik Ahsan/Hendra. Ia menekankan bahwa sebisa mungkin seluruh proses persiapan jangan sampai membebani atau mengekang sang pemain.
"Saya berusaha untuk terus memberi motivasi dan jangan sampai terlalu mengekang serta membuat mereka terbebani. Untuk strategi, nantinya tergantung dari tipikal lawan yang akan kami hadapi," jelas mantan pelatih duet Candra Wijaya/Tony Gunawan tersebut.
Dari hasil undia yang belum lama ini dilansir, Ahsan/Hendra ditempatkan bersama Chai Biao/Hong Wei (China), Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa (Jepang), Manu Attri/B Sumeeth Reddy (India). Adapun dua pasangan yang diwaspadai andalan Indonesia itu adalah Endo/Hayakawa dan Chai/Hong.
Sementara itu, pelatih Linda Wenifanetri, Bambang Supriyanto, justru menyoroti kondisi fisik semifinalis Kejuaraan dunia 2015 ini yang sedang tidak dalam situasi fit 100 persen. "Secara keseluruhan proses persiapan menuju ke Olimpiade berlangsung lancar, meski kondisi mereka belum pulih benar. Tapi, secara pribadi, Linda tentunya memiliki keinginan besar untuk tampil sebaik mungkin. Sebab, bisa jadi ini adalah Olimpiade terakhir bagi dirinya," terang Bambang.