Berawal dari Barcelona

Pebulutangkis putri legendaris, Susy Susanti
Sumber :
  • VIVA.co.id/Purna Karyanto

Salah satu yang cukup menjadi kejutan adalah munculnya nama Linda Wenifanetri sebagai wakil tunggal putri. Sebelumnya, peringkat dunia Linda diprediksi tidak akan bisa mengalahkan Maria Febe Kusumastuti. Tapi, di saat-saat akhir masa penentuan di awal Mei lalu, Linda mampu mengungguli Febe, seusai hasil perhitungan poin dari ajang Kejuaraan Asia yang bergulir 26 April-1 Mei 2016.

"Berdasarkan list peringkat race to Rio, Linda berada di peringkat 15 besar dunia. Kami juga melihat data rekor pertemuan Linda dengan para pemain peringkat 10 besar dunia lebih bagus, sehingga otomatis dia lolos ke Olimpiade," kata Rexy Mainaky, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Senin 9 Mei 2016.

"Dari hasil analisa pelatih, Linda kami putuskan untuk lebih difokuskan ke Olimpiade, dan Febe justru lebih menyakinkan permainannya dalam ajang beregu seperti Piala Uber," tambah Rexy.

Dalam daftar peringkat BWF yang dilansir pada 5 Mei 2016, Linda berada di peringkat 22 dunia, sedangkan Febe menduduki posisi 24. Namun, dalam perhitungan Race to Rio, Linda berada di posisi 15.

Di sisi lain, 4 sektor lainnya justru punya catatan lebih stabil dibanding tunggal putri. Termasuk juga di tunggal putra yang diwakili oleh Tommy Sugiarto.
Putra pebulutangkis legendaris Icuk Sugiarto ini memang harus menjadi 'single fighter' di dalam zona 20 besar peringkat dunia tunggal putra dalam satu tahun terakhir.

Tommy kini berada di peringkat 8 dunia. Meski demikian, lolosnya Tommy bukan tanpa rasa kekhawatiran mengingat pencapaiannya dalam persaingan jelang ke Rio nanti.

Hal ini berdasarkan catatan kurang impresif yang diraih Tommy sepanjang 2016. Tommy belum sekali pun merebut gelar usai kali terakhir juara di ajang Indonesia Masters Grand Prix Gold 2015 di Malang, Jawa Timur.

"Saya sudah siap menatap Olimpiade. Ini kesempatan saya untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa ini. Jika sebelumnya kerap gagal, saya berharap kali ini usaha dan kerja keras maksimal saya bisa berbuah positif," terang Tommy setelah memastikan lolos ke Olimpiade 2016 pada awal Mei lalu.

Sektor ganda putra yang kerap menjadi primadona tim bulutangkis Indonesia pada ajang ini tetap mengandalkan duet terbaiknya, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, untuk meraih sukses. Sayangnya, performa Ahsan/Hendra juga terbilang tak begitu meyakinkan dalam perjalanannya menatap Olimpiade kali ini.