PBSI Pusing, Atlet Olimpiade 'Turun Kasta' Sampai ke PON

Eks pebulutangkis Indonesia, Rexy Mainaki dan Ricky Subagja
Sumber :
  • VIVA.co.id/Januar Adi Sagita

VIVA.co.id – Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), Rexy Mainaky, melemparkan kritik terhadap proses pembinaan atlet bulutangkis di daerah yang dinilai masih kurang optimal.

img_title Sukses Tumbangkan China di Laga Penentuan, Ubed Kini Memburu Tiket Olimpiade 2028

Itu terlihat saat digelarnya Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 lalu. Rexy mengatakan, setiap pagelaran PON, selalu ada atlet bulutangkis profesional yang memutuskan untuk bermain di ajang multievent yang bertujuan untuk pembinaan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Maksudnya, atlet yang sudah berlaga di Olimpiade, kenapa harus ikut tampil lagi di PON? Ini kan jelas turun kasta," kata Rexy kepada wartawan, usai memberikan coaching clinic di Sirkuit Nasional (Sirnas)-Milo Surabaya, Sabtu 22 Oktober 2016.

img_title Pesan Ketum PBSI Fadil Imran usai Indonesia Sabet 2 Emas Asian Games 2026: Jangan Merasa Sudah Baik

Rexy melihat hal itu menjadi bukti jika daerah mengalami kesulitan dalam melahirkan atlet-atlet bulutangkis yang berkualitas. Sehingga harus menggunakan jasa atlet-atlet yang sudah berlaga di Olimpiade.

"Jenjang kaderisasi itu seharusnya dari kabupaten/kota, lalu provinsi, setelah itu PON, lalu tingkat Asia Tenggara, Asia, baru dunia. Bukan sebaliknya, habis Olimpiade kembali ke PON," ujar Rexy.

img_title Berstatus Juara Olimpiade tapi Gagal di Asian Games 2026, Ini Kata Veddriq Leonardo

Oleh karena itu, Rexy berharap ke depannya pengurus daerah bisa segera memperbaiki proses pembinaan atlet-atlet bulutangkis di daerahnya. 

"Ayolah hilangkan gengsi daerah yang sesaat, karena kita sedang memikirkan kelangsungan prestasi bangsa kita," tegas Rexy. (one)

Ketua Harian PB Akuatik Indonesia, Harlin Rahardjo (tengah)

Harlin Rahardjo Sebut Jakarta Jadi Barometer Pembinaan Akuatik Indonesia

Harlin Rahardjo menyebut Jakarta berpotensi menjadi barometer pembinaan akuatik Indonesia berkat dukungan fasilitas, infrastruktur, dan sumber daya manusia.

img_title
VIVA.co.id
29 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut