Berstatus Juara Olimpiade tapi Gagal di Asian Games 2026, Ini Kata Veddriq Leonardo
- VIVA.co.id/Dani Randi (Banda Aceh)
VIVA – Persaingan nomor speed putra di Asian Games 2026 menjadi pengalaman penting bagi dua atlet panjat tebing Indonesia, Veddriq Leonardo dan Aditya Tri Syahrian.
Keduanya telah menyelesaikan persaingan di Aichi-Nagoya. Veddriq menilai level persaingan speed putra di Asia kini semakin ketat dan merata.
Menurut peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 tersebut, hasil pertandingan speed sangat ditentukan oleh banyak faktor. Selisih waktu yang tipis membuat kesalahan kecil bisa berpengaruh besar terhadap hasil akhir.
“Iya, cukup ketat. Inilah speed, banyak faktor dan variabel yang menentukan hasil. Proses kami sudah maksimal, latihan juga sudah kami lakukan beberapa kali, termasuk simulasi dengan catatan waktu terbaik,” ujar Veddriq dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (1/10/2026).
Veddriq menjadikan Asian Games 2026 sebagai bagian dari proses evaluasi menuju target berikutnya. Ia menyebut persaingan di level Asia sudah semakin merata sehingga Tim Indonesia harus terus meningkatkan kemampuan.
“Persaingan sekarang juga sudah semakin merata, terutama di level Asia, setelah Asian Games ini selesai, kami harus mencari fokus baru lagi. Selanjutnya tentu menuju target berikutnya, termasuk Olimpiade,” kata atlet asal Pontianak, Kalimantan Barat tersebut.
Veddriq berharap pengalaman di Aichi-Nagoya bisa menjadi bahan evaluasi bagi Tim Indonesia. Ia menilai masih ada sejumlah aspek yang harus diperbaiki untuk menghadapi kompetisi internasional berikutnya.
“Insyaallah, semoga Tim Indonesia semakin bisa meng-upgrade diri. Masih banyak hal yang perlu kami tingkatkan,” ujarnya.
False Start Jadi Pelajaran Adit
Sementara itu, Asian Games 2026 juga menjadi pengalaman penting bagi Aditya Tri Syahrian. Atlet yang menjalani debut di ajang tersebut harus menerima kenyataan pahit setelah melakukan false start.
Kesalahan yang terjadi dalam hitungan sepersekian detik itu membuat Adit gagal mendapatkan hasil maksimal. Meski kecewa, ia memilih menjadikan pengalaman tersebut sebagai pelajaran.
“Benar kata Bang Veddriq, semua variabel dalam speed itu banyak sekali. Saya pikir tadi saya sudah berusaha untuk tetap tenang, percaya diri dan yakin," ucapnya.
Adit menyadari pengelolaan diri menjadi salah satu hal yang harus diperbaiki. Tekanan dalam pertandingan speed menuntut atlet mampu menjaga fokus karena sedikit saja kesalahan bisa berakibat fatal.