Gurita TransJakarta

Bus Transjakarta di Terminal Depok, Jawa Barat, Rabu, 22 Juni 2016.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Zahrul Darmawan

Pada jam sibuk, satu kali perjalanan dari Bekasi membawa 8.000 orang pelanggan. Angka itu terdiri dari 3.000 pelanggan dari Bekasi Barat dan 5.000 pelanggan dari Bekasi Timur. Sementara di Depok, tercatat sekitar 45.000 penumpang sebulan, Poris (Tangerang) 80.000 sebulan, Serpong (Tangerang) terdapat 32.000 penumpang sebulan.

Pembukaan trayek baru, menurut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, juga menekan jumlah orang yang hidup di bawah garis kemiskinan. Sebab, dengan tarif transportasi yang terjangkau dari Depok, Tangerang, Bekasi dan Bogor, pengeluaran hidup mereka menjadi berkurang. “Kehidupan ekonomi akan membaik karena pegawai yang tinggal di sana, kan kerja ke Jakarta, mereka jadi punya daya beli,” kata Ahok, sapaan Basuki.

Untuk melayani para penumpang di Jakarta dan daerah penyangga tersebut, TransJakarta bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan otobus di antaranya Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD), badan usaha milik pemerintah Jakarta yang sejak lama bergerak di bidang transportasi. Menurut Budi, tak ada pertimbangan khusus untuk menjadikan PPD sebagai operator bus  TransJakarta. “Kami cuma melihat  PPD punya bus, kami butuh bus,” ujarnya.

Kebetulan, PPD baru mendapatkan 600 bus baru dari Kementerian Perhubungan namun tak memiliki dana untuk mengoperasikannya. Sementara TransJakarta membutuhkan bus dan memiliki PSO (public service obligation/ kewajiban pelayanan publik). “Konsepnya memang win-win,” ujarnya.

Tahun 2016, subsidi tarif (PSO) TransJakarta, menurut Humas TransJakarta Prasetia Budi, sebesar Rp1,6 triliun. Rencananya, tahun depan akan bertambah menjadi Rp3,2 triliun.

Pola kerja samanya, kata Direktur Utama PPD Pande Putu Yasa, tidak beda dengan operator lain. “Kami punya bus dan Pemda DKI yang punya jalur dan uang. Artinya kami itu dibayar per rupiah per kilometer oleh Pemda DKI Jakarta,” ujarnya.

Saat ini, terdapat 400 bus PPD yang telah dioperasikan ke TransJakarta. Dengan tambahan itu, menurut Prasetia, armada TransJakarta yang beroperasi saat ini menjadi 669 unit. Target, April 2017, bus yang beroperasi menjadi 950 unit.

Ditentang

Penambahan rute bus TransJakarta di Jakarta dan luar Jakarta dinilai mengganggu rezeki angkutan umum yang sudah ada sebelumnya. Yudi asmawi (43), misalnya. Sopir angkutan kota KWK K 25 jurusan Stasiun Cakung - Rawa Panjang itu menilai, penambahan trayek bus tersebut  membuat penghasilan sopir angkutan umum lainnya menurun karena penumpang banyak yang beralih ke bus TransJakarta. Sebelum ada bus TransJakarta, Yudi mengungkapkan bisa meraih penghasilan Rp300 ribu sehari. “Sekarang susah banget dapat segitu,” ujarnya.