Cari Kehidupan di Luar Bumi

Puluhan warga melihat peluncuran roket dari Wenchang Satellite Launch Center di Wenchang, provinsi Hainan, China
Sumber :
  • REUTERS/Stringer

Profesor Brand mengajak Cooper ke ruang sebelah, sebuah fasilitas produksi dan operasi rahasia NASA. Berjalan pelan mengikuti Profesor Brand, mata kosong Cooper melepas pandang ruangan operasi. Copper terlihat masih belum sadar dengan apa yang dilihatnya. Di depannya para teknisi dengan seragam khas laboratorium, putih, sedang sibuk dengan tugasnya masing-masing, mengelas, mengecek komponen mesin roket dan lainnya.

Profesor Brand menjelaskan, NASA sedang menjalankan rahasia untuk mencari solusi krisis pangan yang terjadi di dunia. Selama tujuh tahun sebelumnya, gandum telah susah berkembang, kemudian tanaman Okra menyusul tahun ini, kentang di Irladia mati juga,akibat wabah hawar, sebuahbadai debu menerjang daratan, kata sang profesor. Dunia sedang krisis bahan makanan, tanaman makanan semua nyaris mati akibat wabah tersebut. Tinggal jagung, yang juga menunggu mati juga.

Cooper terpana dengan paparan Profesor Brand. Cooper meyakinkan kepada sang profesor, peradaban manusia pasti punya cara menangani krisis tersebut. Profesor Brand menjelaskan, krisis ini memang akan berdampak, terutama pada generasi anak cucu setelah generasi Cooper.

Cooper akhirnya sadar dengan jalan pikiran Profesor Brand. Dia bertanya apa rencana NASA untuk menyelamatkan dunia. Profesor mengatakan, manusia tak ditakdirkan untuk menyelamatkan dunia, tapi memang digariskan untuk meninggalkan Bumi, mencari tempat selamat. Mata Cooper terpaku pada wahana antariksa di depannya. Dia bertanya apakah benar ilmuwan akan mengirimkan misi ke antariksa untuk mencari rumah baru bagi manusia.

Mengikuti misi Lazarus, kata Profesor Brand membenarkan rasa penasaran Cooper.

Namun Cooper skeptis. Setahunya tak ada planet di Tata Surya yang mampu mendukung kehidupan, bahkan bintang terdekat yang jaraknya 1000 tahun cahaya lamanya, untuk itu dia bertanya ke mana misi Lazarus akan dikirim mencari rumah baru.

Aktivitas Pesawat antariksa nirawak Juno yang dikembangkan NASA saat memasuki orbit planet Jupiter. (NASA/JPL-Caltech/Handout via REUTERS)

Tatapan mata Profesor Brand turun ke bawah, menghela napas. Dia enggan membeberkan detail misi penerus Lazarus, yakni misi Endurance, kecuali dengan satu syarat. Cooper harus setuju menjadi pilot misi Endurance. Cooper menolaknya, dengan alasan dia belum pernah melewati stratosfer bagaimana bisa dia layak untuk menjalankan misi yang jauh di luar angkasa. Misi Endurance ternyata mencari rumah baru, sebuah kelompok planet di galaksi jauh di luar Tata Surya yang belum dikenali ilmuwan.