Senandung Bait Perjuangan

Warga yang tergabung dalam Persatuan Gabungan Lintas Masyarakat (Panglima) bersama TNI dan Polri menggelar upacara pengibaran bendera Merah Putih di Bukit Piramida, Desa Lampanah Leungah, Seulimum, Kabupaten Aceh Besar.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Ampelsa

Lagu Halo-halo Bandung juga disebut mengalami perubahan demi perjuangan mempertahankan kemerdekaan RI. Beberapa bait diubah menyesuaikan kondisi perjuangan saat itu. Di versi awal, ada bait lirik dengan bahasa Sunda. Kemudian, diubah lagi ke dalam bahasa Indonesia. Terkait peristiwa Bandung Lautan Api, beberapa bait kembali diubah.

Lirik Halo-halo Bandung Versi lama: 

Hallo-hallo Bandung, ibukota Pasundan

Hallo-hallo Bandung, kota kenang-kenangan

Lama sudah beta, ingin berjumpa pada mu

S'lagi hayat dan hasrat masih dikandung badan

Kita 'kan jumpa pula

Lirik Halo-halo Bandung setelah diubah:

Halo, halo Bandung, ibukota Periangan

Halo, halo Bandung, kota kenang-kenangan

Sudah lama beta tidak berjumpa dengan kau

Sekarang telah menjadi lautan api

Mari bung rebut kembali

Wartawan senior Ninok Leksono dalam bukunya Seabad Ismail Marzuki: Senandung Melintas Zaman, mengingatkan kemerdekaan RI memerlukan perjuangan berat. Kemerdekaan yang diperoleh para pejuang harus dipertahankan generasi muda era sekarang.

Dia mencontohkan perjuangan yang dilakukan Ismail Marzuki. Tak hanya lewat lagu, bila memang pengorbanan jiwa diperlukan untuk negara, maka figur Ismail rela melaksanakannya.

"Jika Ismail Marzuki menghayati perjuangan bersenjata, itulah tandanya sebagai warga sipil pun ia tak gentar dengan pengorbanan jiwa raga," kata Ninok.