Petaka di Negeri Bebas Senjata

Pameran senjata api di Amerika Serikat.
Sumber :
  • Truthnetmedia

Meski modifikasi senjata semi otomatis menjadi otomatis adalah hal yang ilegal di AS, namun ada cara lain yang bisa dilakukan pemilik senjata tanpa perlu melanggar undang-undang. Cara yang dimaksud yakni dengan menambahkan sebuah alat yang diberi nama “bump”. Alat ini tersedia secara bebas dengan harga sekitar US$350.

Fungsinya mengakali pelatuk agar terkokang secara otomatis setiap kali peluru melesat. Alat tersebut juga menggantikan fungsi tuas pemicu, sehingga penembak cukup sekali saja menekan tuasnya.

Menurut kepolisian Las Vegas, Paddock memodifikasi belasan pucuk senjata miliknya agar bisa melesatkan puluhan peluru dalam waktu beberapa detik. Hal itu yang menyebabkan banyak warga tak berdosa menjadi korban.

Memberi Rasa Aman

Meski banyak terjadi kasus penembakan, namun hal itu tidak membuat minat akan senjata api di AS menurun. Lantas, apa yang membuat warga AS memiliki keinginan besar untuk membeli senjata api?

Dilansir dari The Guardian, alasan umum seseorang membeli sepucuk senjata adalah untuk melindungi diri. Seperti memiliki anjing penjaga, menyimpan pistol di rumah bisa memberi rasa aman bagi pemiliknya. Senjata api bisa jadi alat penghalau saat ada perampok masuk ke dalam rumah.

Keinginan membeli pistol atau senapan semakin besar, jika senjata api adalah hal yang umum dimiliki orang-orang yang ada di lingkungan Anda. Alasan kedua mengapa senjata api begitu dibutuhkan adalah karena digunakan sebagai alat rekreasi. Bagi beberapa orang, menembak adalah olahraga yang keren dan menarik untuk dijalani.

Senjata api juga marak karena banyak warga AS yang membutuhkan sebuah hobi. Mengoleksi senjata dan mengetahui sejarahnya bisa menjadi sebuah hobi yang mengasyikkan bagi mereka.

Namanya hobi, pasti ada lebih dari satu jenis senjata yang dimiliki. Alhasil, senjata api menjadi sebuah tren, dan para penggemarnya berlomba-lomba untuk mendapatkan model yang unik dan tidak umum tersedia di pasaran.

Setiap tahun, para penggemar senjata api di masing-masing negara bagian mengadakan acara kumpul-kumpul. Acara ini dimanfaatkan para produsen untuk menawarkan produk terbaru. Sayangnya, transaksi senjata ilegal juga bisa terjadi melalui acara seperti ini.