Horor Tak Pernah Mati
- REUTERS/Mario Anzuoni
Yang terjadi selanjutnya, film horor klasik terus menampilkan wujud-wujud dari vampir, monster, mumi, hingga zombi. Pada era 1950-an, film horor dunia masuk dalam tren adegan telanjang dan darah. Terpengaruh dengan tema thiller psikologis, maka film-film slasher mulai marak pada era 1980-an. Film-film ini banyak menampilkan kekejaman dengan benda-benda tajam.
Di Indonesia, kemunculan genre horor dalam dunia perfilman ditandai oleh Tengkorak Hidoep (1941) karya Tan Tjoei Hock dan Lisa pada (1971). Keduanya kerap dianggap sebagai pionir film horor Tanah Air. Setelah itu, film horor tumbuh subur, ada Beranak dalam Kubur (1971), Pemburu Mayat (1972), Ratu Ular (1972), Cincin Berdarah (1973), Si Comel (1973), Si Manis Jembatan Ancol (1973), dan daftar panjang lainnya.
"Ciri-ciri film horor di tahun 70-an, tema film berkisah seputar setan dalam wujudnya yang dapat terlihat, persis sekali mitos-mitos soal setan yang dipercaya masyarakat mewujud dalam film. Dengan ditambah bumbu-bumbu sadisme, seks, dan komedi, hampir seluruhnya menampilkan kisah-kisah demonic horror yang bercampur dengan okultisme (kepercayaan pada hal-hal supranatural), sadisme, seks, dan komedi," kata Shandy Gasiela, pengamat film kepada VIVA, Rabu, 29 November 2017.
Tahun 1980-an dianggap sebagai tahun emas bagi genre horor di Indonesia. Namun semata-mata karena di tahun itu banyak sineas dan pemain film horor mendapat pengakuan lewat Festival Film Indonesia.
"Rina Hasyim dalam 'Genderuwo' (1981) misalnya masuk unggulan FFI 1981 untuk Pemeran Pendukung Wanita Terbaik, Suzzana dalam 'Ratu Ilmu Hitam' (1981) bahkan diperhitungkan sebagai unggulan Pemeran Utama Wanita Terbaik FFI 1981, WD Mochtar lewat film yang sama juga masuk unggulan Pemeran Pendukung Pria Terbaik," tambah Shandy.
Pengunjung melakukan swafoto di depan rumah tua yang merupakan lokasi syuting Film Pengabdi Setan di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)
Secara garis besar, film-film horor dahulu memang lebih suka mengangkat makhluk-makhluk seram klasik yang dipadu dengan budaya dan mitos lokal setempat. Memasuki era modern, film-film horor pun mengangkat tema yang lebih kontemporer. Dari makalah Film Horor Indonesia: Dinamika Genre, oleh Suma Riella Rusdiarti, tema urband legend atau legenda kota mulai marak di tahun 2000-an yang melahirkan film-film seperti Jelangkung, Rumah Pondok Indah, Hantu Jeruk Purut, Hantu Bangku Kosong, dan lain sebagainya. Jenis film ini juga dicampur dengan tema remaja.