Horor Tak Pernah Mati
- REUTERS/Mario Anzuoni
Lantas bagaimana dengan sekarang? Setelah film-film (seks) hantu berkeliaran dan akhirnya benar-benar ditinggalkan penonton, horor kembali menunjukkan kekuatannya setahun belakangan. Lewat Danur yang diangkat dari novel Gerbang Dialog Danur oleh Risa Sarawati, ada angin segar untuk genre ini merebut penonton lagi.
Film-film horor legendaris pun didaur ulang, dibuat lebih kekinian dan segala macam polesannya. Tapi tentu saja, Pengabdi Setan (2017) yang benar-benar merontokkan stigma negatif terkait film horor 'seks' di masa lampau. Trennya, memang masih seputar hantu, mitos, dan budaya lokal. Lebih klasik, namun ditunjang dengan teknologi modern, dan paling penting punya jalan cerita dan karakter yang benar-benar kuat.
Sunil Samtani, Produser Film Pengabdi Setan menjelaskan, tren film horor sebenarnya memang tak pernah lepas dari penonton. Namun jika berbicara masa kini, penonton Indonesia lebih ingin melihat sesuatu yang punya kualitas bagus, karena terbiasa menonton film Hollywood.
"Mereka lihat Conjuring, Insidious, ini horor yang quality luar biasa nah otomatis dari situ juga mereka mengharapkan film Indonesia suatu hari bisa, mungkin minimal mirip-mirip lah gitu. Mereka butuh film horor yang quality bagus, cerita bagus, akting bagus, semua bagus," katanya kepada VIVA.
Dongkrak Kualitas Film
"Saya rasa dari dulu horor enggak pernah mati. Fans horor selalu strong sekali," ujar Produser Rapi Films menanggapi tren film seram tersebut.
Seperti kata Sunil, horor memang salah satu genre yang diburu penonton bioskop. Bukan cuma di Indonesia, tapi juga dunia. Berdasarkan data the-numbers.com yang kami kutip, Jumat, 1 Desember 2017, horor adalah genre keenam terpopuler dari 14 jenis film lainnya sejak tahun 1995 hingga 2017.
Genre horor meraup total box office US$9,9 miliar dan 1,5 miliar lebih penjualan tiketnya. Jumlah ini bahkan berada di atas genre film komedi romantis. Namun, masih dua kali lipat di bawah film berjenis thriller atau suspense.
Berdasarkan tahunnya, 2017 rupanya adalah yang tertinggi karena share film horor dunia mencapai 10,19 persen, sementara tahun-tahun sebelumnya rata-rata 4-5 persen saja. Terima kasih pada master horor, Stephen King, karena It benar-benar jadi film horor terlaris sepanjang masa. Film ini begitu tangguh di box office, bahkan untuk digeser franchise blockbuster yang punya basis fans besar sekali pun.