Korupsi (Belum) Mati

Penyidik KPK menunjukkan barang bukti suap di Gedung KPK
Sumber :
  • ANTARA/Rosa Panggabean

Kejaksaan Tinggi Riau sudah menetapkan 18 orang sebagai tersangka korupsi proyek Tugu Antikorupsi. Sebanyak 13 orang di antaranya adalah oknum pejabat di Pemprov Riau, sedangkan lima orang tersangka lain dari pihak swasta.

Korupsi Tugu Antikorupsi di Riau adalah ironi. Tugu yang awalnya sebagai simbol perlawanan terhadap korupsi yang menggurita di Riau, malah 'melahirkan' koruptor baru. Tikus-tikus berdasi itu seolah tak pernah kehabisan cara menggerogoti duit rakyat untuk syahwat pribadinya.

Kini, tepat setahun sejak Tugu Antikorupsi itu berdiri (tepat di Hari Antikorupsi 9 Desember), korupsi masih belum 'minggat' dari Bumi Lancang Kuning. Miris, korupsi berjamaah dari proyek integritas itu hanya satu dari sekian banyaknya kasus-kasus korupsi yang tengah diusut aparat penegak hukum di Indonesia.

Bergerak Lambat

Indeks Persepsi Korupsi (CPI) terakhir dirilis Transparansi Internasional (TI) awal 2017. Laporan tahunan Indeks Persepsi Korupsi tahun 2016 itu menunjukkan tingkat korupsi di 176 negara. 

Lantas, dengan masih masifnya perilaku korupsi di Tanah Air, di manakah posisi Indonesia?

Indeks Persepsi Korupsi TI itu menempatkan Indonesia di peringkat ke 90 dengan skor 37. Secara skor, RI memang mengalami kenaikan satu poin, tetapi dari sisi rating terjadi penurunan dua tingkat.

Indeks Persepsi Korupsi TI ini didasarkan pada survei dan laporan tentang pandangan pebisnis dan pakar pemerintah terhadap korupsi di sektor publik. Indeks itu menggunakan skala 0–100, di mana 0 adalah skor untuk negara dengan tingkat korupsi terburuk dan 100 untuk negara yang paling bersih dari korupsi. 

Di ASEAN, CPI Indonesia masih lebih baik jika dibandingkan Filipina dengan angka 35, Thailand 35, dan Vietnam 33. Tapi, Indonesia harus mengakui masih berada di bawah Malaysia dengan angka 49 dan Singapura dengan skor paling baik persepsi korupsinya, dengan 84 poin. Singapura termasuk dalam peringkat 7 besar terbaik dunia.

Sekjen Transparency International Indonesia (TII), Dadang Trisasongko, mengatakan, masih rendahnya skor CPI Indonesia dipengaruhi oleh belum efektifnya reformasi birokrasi di pemerintah pusat maupun daerah, dan belum ada langkah serius dari kalangan swasta untuk membangun sistem pencegahan korupsi di dalam perusahaannya.