Tantangan Investasi Tol Tak Hanya Cari Duit dari Traffic

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Danang Parikesit.
Sumber :
  • Raden Jihad Akbar/VIVA.co.id

VIVA – Pembangunan infrastruktur, khususnya jalan tol menjadi salah satu yang menonjol di Pemerintahan Joko Widodo selama empat tahun terakhir. Konektifitas jalan bebas hambatan terus didorong dengan harapan bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi. 

Tujuan lain yang tak kalah penting adalah memberikan alternatif kepada masyarakat untuk dapat menggunakan jalan nasional selain non tol. Misalnya untuk keperluan tradisi mudik Lebaran di negara yang mayoritas muslim ini. 

Di tahun-tahun akhir masa jabatan Jokowi, sejumlah ruas tol yang telah tersambung secara maraton diresmikan satu persatu. Paling menonjol adalah Trans Jawa sepanjang kurang lebih seribu kilometer, yang telah tersambung dari Merak hingga Surabaya dan sebagian lagi hingga Banyuwangi sedang dibangun. 

Selain di Jawa, mega proyek jalan tol juga ada di Sumatera. Jika terpilih kembali menjadi presiden, Jokowi berjanji, tol Trans Sumatera sepanjang lebih dari dua ribu kilometer dari Bakauheni hingga Aceh akan tersambung. 

Tak hanya infrastruktur fisik, proses bisnis dan tata kelola jalan tol pun dibenahi. Mulai dari perawatan hingga sistem pembayarannya terus dikembangkan ke arah digital. Seperti pembayaran yang tadinya tunai menjadi non tunai (cashless) menggunakan kartu. Dan ke depannya diwacanakan dari menggunakan kartu menjadi menjadi tanpa kartu atau cardless

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol, Danang Parikesit buka-bukaan kepada VIVA mengenai pengembangan jalan tol dan rencana-rencana ke depan yang akan dilakukan. Berikut ini kutipan wawancaranya. 

Bagaimana persiapan infrastruktur jalan tol menghadapi Lebaran 2019?