Menpar: KKPDT 2016 Kombinasikan Cultural dan Comercial

Danau Toba.
Sumber :
  • facebook.com/pages/Toba-Festival

VIVA.co.id – Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut 60 persen wisman ke Indonesia karena culture atau ingin merasakan atmosfer budaya lokal. Sisanya, 35 persen faktor alam atau nature, dan 5 persen man made, atau wisata yang di-create orang, seperti sport event, MICE, show music dan lainnya.

“Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba 2016 adalah kombinasi yang sempurna, antara culture, nature, dan man made. Karena itu value-nya akan berimbas pada destinasi Danau Toba,” ujar Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI di Jakarta.

Karena itu, sepuluh hari sebelum event berlangsung, 20-21 Agustus 2016, Kemenpar mempromosikan kegiatan di berbagai media sebagai event tahunan dalam rangkaian puncak peringatan HUT-RI ke-71. Nilai budaya atau cultural value dari #KKPDT2016 ini sangat kuat, karena tradisi Tapanuli sendiri sudah menjadi atraksi tersendiri. Kali ini budaya lokal itu diangkat dalam karnaval yang akan dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo dan Ibu Negara Irianti Joko Widodo.

“Modal dasarnya sudah kuat, yakni budaya Batak yang punya akar sejarah yang panjang,” jelas Arief Yahya.

Alamnya? Semua orang mengakui, potensi alam Danau Toba dan destinasi di sekitarnya sudah berani bersaing di level global. Tinggal memoles, menata kembali, merevitalisasi, agar semua sector menggunakan global standart. Ini proses yang nantinya akan diintegrasi dan dikoordinasi oleh Badan Otoritas Pariwisata (BOP) Danau Toba, yang Perpres-nya sudah ditanda tangani oleh Presiden, ujarnya.

Menpar Arief selalu melihat sebuah kegiatan itu dari dua sisi. Cultural value dan commercial value. Bahasa mudahnya, semua potensi, kegiatan, dan atraksi harus memberi dampak ekonomis yang konkret bagi masyarakat, terutama di sekitar Danau Toba yang menjadi tuan rumah KKPDT2016 ini. Manfaat ekonomis itu sendiri ada yang langsung, ada juga yang tidak langsung.

“Untuk KKPDT2016 ini, indirect impact atau manfaat tidak langsungnya pasti lebih besar dibandingkan dengan direct impact,” kata Mantan Dirut PT Telkom yang ahli korporasi itu.

Ada tiga kekuatan acara KKPDT2016 ini. Pertama konser musik dengan artis-artis nasional yang sudah punya reputasi baik dan punya nama, pada 20 Agustus 2016 di Pantai Bebas, Parapat. Ada group music Slank, Edo Kondologit, Opi Anderesta, Sammy Simorangkir, Judika, dan lainnya. Ada sensasi baru, panggungnya di atas danau, mengapung dari jarak 10 meter dari bibir daratan. Artis yang diundang harus berlayar dari perahu, menuju ke stage. Ukuran panggungnya juga spektakuler, 12x24 meter mengapung.