4 Mitos Salah soal Mobil Diesel, Banyak Dipercaya Orang

New Fortuner TRD Sportivo (diesel)
Sumber :
  • VIVAnews/Herdi Muhardi

VIVA – Meski mobil jenis bensin banyak dipasarkan, namun mobil diesel tetap punya tempat tersendiri di kalangan pencintanya. Tak heran jika masih ada saja pabrikan yang menawarkannya.

Meski demikian, diakui ada beberapa hal yang acap menghantui pikiran buruk soal mobil diesel. Hal itulah yang kemudian membuat minat beli terhadap mobil diesel menurun. Padahal tidak sepenuhnya benar.

Seperti dikutip Indianautos, Rabu 20 Februari 2019, ada banyak mitos dan kesalahpahaman tentang mobil diesel. Berikut adalah yang paling umum.

Pertama, mobil diesel tidak menyenangkan untuk dikendarai. Pameo tersebut terus berkembang. Sebenarnya pada mesin bensin, berdasarkan sifat desain, memang dianggap punya kenyamanan lebih tinggi.

Tetapi dalam kebanyakan kasus, sebenarnya torsi low-end yang ditawarkan mobil diesel benar-benar dapat membuat berkendara sehari-hari lebih menyenangkan. Semua mesin diesel memiliki output torsi yang lebih tinggi daripada rekan-rekan mobil bensin.

Selain itu mobil diesel menawarkan akselerasi in-gear yang lebih baik daripada rekan-rekan jenis bensin.

Kedua,mobil diesel  harus digunakan setiap hari. Pameo ini juga salah kaprah. Ini adalah salah satu kesalahpahaman terbesar tentang kendaraan diesel.

Sebab teknologi mesin diesel telah berkembang jauh dalam dua dekade terakhir, dan pembakar oli modern jauh lebih andal dan ramah pengguna daripada versi sebelumnya.

Hari ini, Anda dapat menyimpan mobil diesel selama berhari-hari dan melanjutkan penggunaannya begitu diperlukan. Meskipun benar bahwa sebelumnya, suku cadang mesin diesel harus dijalankan secara teratur, yang membuat pameo tersebut kemudian berkembang.

Ketiga, soal busi mesin diesel yang konon membutuhkan perhatian rutin. Jawabannya ini tidak benar. Sebab mesin diesel tidak memiliki busi. Mereka menggunakan udara panas yang sangat terkompresi untuk menyalakan bahan bakar daripada menggunakan percikan --pengapian kompresi bukan pengapian busi.

Keempat, yakni pameo kalau mobil diesel lambat. Dengan diperkenalkannya teknologi common rail, kendaraan bertenaga diesel tidak lagi lambat atau lesu. Sudah banyak mobil diesel yang kini tampil dengan performa mumpuni. (yns)