Penasaran, Seirit Apa Sih Bensin Baleno Hatchback?

Suzuki Baleno Hatchback
Sumber :
  • Vlix.id

VIVA – Dalam membuat sebuah mobil, pabrikan otomotif bukan hanya mengutamakan desainnya saja, kenyamanan, hingga konsumsi bahan bakar juga menjadi pertimbangan. Sebab, ketiga hal tersebut berpengaruh besar ketika konsumen menggunakan kendaraan yang sudah dibeli. 

Bicara soal konsumsi bahan bakar minyak atau BBM, saat ini pabrikan otomotif berlomba menghadirkan mobil yang irit dalam penggunaan bbm. Mesin mobil dirancang sedemikian rupa, sehingga bisa lebih efisien dalam pemakaian bbm, namun tak mengurangi tenaganya.

Cara ini juga dilakukan oleh produsen otomotif Suzuki pada semua produknya, termasuk Baleno Hatchback. Mobil berpenampilan sporty elegant itu, dirancang untuk bisa menemani aktivitas pengguna, namun tidak merepotkan karena harus sering mengisi bensin.

Pabrikan otomotif Jepang itu menanam mesin berkode K14B dengan konfigurasi empat silinder segaris, berkapasitas 1.373cc. Jantung penggerak Baleno Hatchback itu menghadirkan tenaga hingga 91,2 hp pada 6.000 rpm dan torsi 130 Nm pada 4.200 rpm.

Mesin ini dibuat dengan teknologi modern, menggunakan bahan alumunium yang memungkinkan untuk lebih optimal, serta cepat melepas panas. Sehingga, mesin bisa bekerja maksimal, namun meningkatkan efisiensi dalam konsumsi bahan bakar.

Dari keterangan pers PT Suzuki Indomobil Sales, mobil hatchback Suzuki tersebut memiliki tangki bahan bakar dengan kapasitas 37 liter yang memungkinkan melaju lebih dari 800 

km. SIS sebagai agen resminya juga sudah melakukan uji keiritan BBM produknya itu, menggandeng Balai Teknologi Termodinamika Motor & Propulsi.

Hasil uji efisiensi konsumsi BBM BT2MP pada Januari 2017 itu memperlihatkan, mobil Baleno Hatchback transmisi manual bisa menembus angka 22.17km/liter. Sementara untuk yang versi transmisi otomatisnya, bisa mencapai angka 20,65 km/liter.

Sekadar diketahui, Baleno Hatchback dibanderol mulai dari Rp 218 juta untuk transmisi manual, dan Rp230,5 juta. Harga ini tentunya berbeda-beda di setiap daerah, mengikuti pajak kendaraan yang berlaku.