Uji Tanjakan Ekstrem Daihatsu Xenia Baru

Daihatsu All New Xenia.
Sumber :
  • VIVA/Yunisa Herawati

VIVA – Ada banyak hal mengejutkan dari kehadiran Daihatsu All New Xenia, saat pertama kali diperkenalkan pada pameran GIIAS 2021 November kemarin. Mulai dari perubahan tampilan luar, hingga transmisi otomatis yang digunakan.

Mobil keluarga yang masuk ke dalam segmen low multi purpose vehicle atau LMPV itu, hadir dengan eksterior yang lebih modern dan sporty. Dimensinya lebih panjang dan lebar, namun atapnya dibuat agak rendah demi memberi penampilan yang proposional.

Transmisi otomatis sebelumnya kini diganti dengan teknologi Dual Continuously Variable Transmission atau D-CVT, yang bisa menghasilkan perpindahan gigi halus namun tetap responsif.

Perubahan lain yang tidak kalah besar, yakni perubahan sistem gerak roda belakang menjadi depan. Konsep front wheel drive atau FWD digunakan, demi mendapatkan pengalaman berkendara yang lebih maksimal.

Daihatsu All New Xenia.

Photo :
  • Istimewa

Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor, Bambang Supriyadi mengatakan bahwa meski FWD tidak sehebat rear wheel drive atau RWD dalam hal performa di tanjakan, namun ada faktor lain yang membuat mereka memutuskan untuk melakukan ubahan itu.

“RWD lebih kuat traksinya, karena titik gravitasi ada di belakang. Dalam konteks tanjakan, iya lebih bagus. Tapi, ada faktor lain dalam perjalanan, seperti efisiensi bahan bakar, kelegaan dan kesenyapan kabin,” ujarnya di sela-sela sesi media test drive Daihatsu All New Xenia di Jawa Tengah, dikutip VIVA Otomotif Kamis 2 Desember 2021.

Bambang kemudian membeberkan hasil pengujian mereka terhadap All New Xenia yang menggunakan FWD, saat melewati tanjakan dengan kemiringan 10 hingga 18 derajat. Baik varian mesin 1.300cc maupun 1.500cc, berhasil melewatinya tanpa kendala.

“Kondisi mobil diisi tujuh orang dengan berat masing-masing 65 kilogram, ditambah beban tambahan 50 kg. Sebagai ilustrasi, mayoritas parkiran mal itu 10 derajat, kawasan Puncak, Bandungan, Lembang itu 14 derajat. Lalu, 18 derajat ada di beberapa area seperti Cangar dan Dago Pakar,” ungkapnya.

Lantas, bagaimana dengan hasil pengujian di kondisi sebenarnya? Saat menggunakan All New Xenia 1.3 R transmisi manual dan melewati tanjakan sangat terjal dengan kondisi jalan aspal, roda depan berusaha keras mendapatkan traksi.

Walau sempat muncul keraguan akibat adanya suara seperti ban selip, namun ternyata roda tetap bisa menarik kendaraan menuju atas tanpa kendala. Bambang menjelaskan, kemampuan Xenia baru menghadapi tanjakan salah satunya berasal dari pengaturan ulang mesin dan gigi transmisi.

“Alasan kenapa Xenia andal di tanjakan, karena ada pengaturan ulang Engine Control Unit (ECU) dan rasio gigi transmisi dibuat lebih kecil,” jelasnya.