Berapa Bulan Sekali Mobil Harus Spooring dan Balancing?

Spooring roda mobil.
Sumber :
  • Kiosban

VIVA.co.id – Bagi para pemilik mobil, beberapa masalah yang kerap dialami, yaitu kondisi kenyamanan mobil yang tidak maksimal. Salah satu faktor penunjang kenyamanan mengendarai mobil adalah kondisi roda yang lurus dan seimbang.

Kondisi kaki-kaki roda yang tak lurus dan seimbang kerap membuat performa dan kenyamanan mobil berkurang. Biasanya akan ditandai dengan munculnya getaran serta arah mobil yang sedikit miring.

Menurut Alvan, supervisor bengkel My Auto di Duren Sawit, Jakarta Timur, jika mobil sudah mengalami hal tersebut, tentu spooring dan balancing merupakan solusi yang wajib ditempuh. "Kecepatan 90 sampai 100 kilometer per jam mobil bergetar harus di-spooring dan balancing. Kalau terus getar, berarti ada peyang di peleknya," kata Alvan kepada VIVA.co.id.

Alvan menyatakan, spooring dan balancing itu adalah melakukan penyetelan pada komponen roda agar dapat menapak sempurna di aspal. Setelan yang biasanya berubah karena pemakaian sehari-sehari dalam jangka waktu yang lama. Akan lebih mudah berubah, jika mobil sering melewati jalan rusak atau menghajar lubang pada kecepatan tinggi.

"Fungsi spooring adalah mengembalikan setelan pada roda-roda agar sesuai dengan angka yang dianjurkan pabrikan. Jadi pada alat spooring memiliki database setelan kaki-kaki hampir seluruh mobil yang pernah diproduksi dan berpatokan pada data tersebut kondisi setelan pada kaki-kaki mobil dikembalikan," kata dia.

Walau pun anjuran pabrikan untuk melakukan spooring balancing dilakukan tiap 20.000 kilometer, namun jika Anda sering melewati jalan berlubang, dianjurkan spooring balancing wajib dilakukan lebih cepat menjadi setiap 10.000 km. Tapi sebelum melakukan spooring, proses balancing pada keempat roda wajib dilakukan terlebih dahulu, agar keseimbangan antara tiap roda dapat terjaga.

"Untuk jangka waktunya, per tiga bulan saja bagusnya. Paling mentok masanya lima sampai enam bulanan sudah harus dilakukan spooring dan balancing lagi," kata dia.

(ren)