Indonesia Bakal Terapkan Euro6 pada 2022?

Sejumlah pengendara bermotor memadati SPBU di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta, Jumat (21/6/2013).
Sumber :
  • VIVAnews/Ikhwan Yanuar

VIVA.co.id – Meski pasar otomotif nasional tergolong tinggi, namun secara teknologi Indonesia rupanya masih tertinggal jauh. Hal ini terlihat dari standar emisi yang diterapkan di Indonesia hanya berupa standar Euro2.

Bahkan menurut Direktur Eksekutif Komite Pengurangan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Syafrudin, jika dibandingkan dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara, Indonesia termasuk terbelakang. Sebab beberapa negara seperti Thailand, Malaysia dan Vietnam telah menerapkan Euro4 dan Singapura telah menggunakan standar Euro5.

"Terakhir kali Indonesia meningkatkan standar Euro1 ke 2 tahun dari 1997 ke 2003," ucap Syafrudin di Pasar Minggu, Jakarta, Rabu, 27 Juli 2016.

Syafrudin menuturkan, Indonesia sebenarnya bisa langsung ke Euro6 tanpa harus dahulu melalui Euro4 di masa pemerintahan Joko Widodo. Kata dia, itu bisa terjadi pada 2022 mendatang.

"Dengan kata lain kita lupakan Euro4 dalam konteks memenangkan perdagangan. Seperti Thailand lebih banyak produksi Euro4. Merebut itu tidak mungkin, kita ancang-ancang saja ke Euro6 di 2022," ujarnya.

Syafrudin menyatakan, untuk mencapai Euro6 bukanlah hal yang tak mungkin. Sebab, saat ini Pertamina sendiri telah membangun kilang dengan perusahaan di Rusia yang diperkirakan akan selesai pada 2019.

Dengan begitu, katanya, ketimbang momentum itu hanya dipakai untuk membuat bahan bakar minyak Euro4, lebih baik digunakan untuk standar Euro6. "Karena investasinya hampir sama tidak jauh beda. Daripada tetap Euro4, itu tidak bisa bersaing ke depannya," katanya.