Perlu Lakukan Servis Besar atau Tidak setelah Mudik?

Servis mobil. Foto ilustrasi.
Sumber :
  • VIVAnews/Ikhwan Yanuar

VIVA.co.id – Mobil yang digunakan sebagai kendaraan mudik menuju kampung halaman juga perlu diperiksa kembali setelah pulang mudik, meski saat keberangkatan sudah dilakukan servis besar. Kenapa?

Menurut Anjar Rosjadi selaku Technical Service Executive Coordinator PT Astra Daihatsu Motor hal itu perlu untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. Namun ia mengatakan, tidak perlu melakukan servis besar, cukup periksa kondisi rem, kopling dan kaki-kaki saja, kalau mobil matik hanya pengereman saja.

“Karena rem dan kopling antisipasi kondisi mudik yang terkadang macet banget, sehingga banyak digunakan, dan kedua kampas ini sifatnya habis terpakai. Selain itu shock breaker dan roda-roda perlu diperiksa lagi,” ujarnya kepada VIVA.co.id.

Lanjut dia, kenapa velg dan shockbraker harus diperksa karena saat mudik biasanya beragam jenis jalan dilalui. Maka untuk memastikan kondisinya seperti shockbreaker ada yang bocor atau tidak, perlu pengecekan ulang. Sementara untuk oli tergantung jarak tempuh dan kondisi jalan yang dilalui tentunya.

“Kalau penggunaan ekstrem dan kondisi panas dan berdebu memang disarankan penggantian oli lebih cepat 5.000 kilometer dari biasanya 10.000 km. Cuma kalau mudik kan hanya sekali setahun, enggak continue rutin,” tuturnya.

Iwan Abdurahman, Technical Service Division PT Toyota Astra Motor, mengatakan, servis besar dilakukan kalau memang jarak tempuh sudah masuk kilometernya. Tapi, kalau hanya bertambah 1000 km dianggap masih aman.

“Paling cek saringan udara dan kualitas oli jika kemarin lewat jalan berdebu. Kalau mobil masih baru sih, rem relatif aman ya, karena kanvas masih tebel, minyak rem juga masih bagus,” katanya.