Toyota Indonesia Jajaki Kirim Mobil Utuh ke Australia

Suasana perakitan Toyota Etios di pabrik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di kawasan perindustrian Karawang, Jawa Barat, Jumat (15/03/2013).
Sumber :
  • VIVAnews/Herdi Muhardi

VIVA.co.id – Pabrik Toyota di Australia yang biasa produksi mobil hingga jutaan unit telah ditutup. Toyota harus mengakhiri perjalanannya di Australia karena biaya produksi yang semakin mahal dan nilai tukar uang yang tidak kompetitif lagi.

Rupanya situasi ini dianggap Toyota Indonesia sebagai sebuah peluang besar. Kini PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) tengah melakukan studi dan berencana mengirim mobil secara utuh atau CBU ke Australia.

Menurut Ika Astri, Manager Public Relation TMMIN, kalau bicara mengenai ekspor non komponen part pihaknya masih studi. Kata Ika, karena kalau dari luar keliahatan banget pasar yang berbeda antara kebutuhan konsumen di Australia dan Indonesia.

“Jadi model-model yang ada di Indonesia saat ini tidak cocok dengan kebutuhan model di Australia. Makanya  kita masih studi dan di Toyota memang tidak pernah berhenti studi megenai potensial ekspor, new country atau negara yang sudah kita ekspor tapi modelnya baru pasti selalu ada,” katanya kepada VIVA.co.id.

Lanjut dia, kalau CBU memang belum ada ekspor ke Australia saat ini, karena masih komponen parts saja. “Jadi kalau studinya sedang dilakukan. Pasti CBU karena di Australia sudah tidak ada manufacturing jadi sudah tidak bisa lagi. Mau enggak mau harus CBU,” terangnya.

Sebagai catatan, kata Ika, saat ini TMMIN memproduksi beberapa model saja secara lokal. Belum untuk Camry dan Corolla yang paling banyak diminati di Australia. Kata dia, yang sudah lokal baru Fortuner, Sienta, Vios, Yaris dan Etios.  

“Untuk vehicle itu, kalau engine ada TR-FE buat Innova dan Fortuner dan 2NR untuk passanger car seperti Sienta, Vios dan Yaris. Saat ini kalau untuk pasar Australia memang tidak ada penujukan (dari pihak principal untuk mengirim mobil), karena kita sedang studi,” katanya.