Modifikasi Cafe Racer Mulai Tak Laku, Beralih ke Scrambler

Honda Supra yang disulap bergaya cafe racer.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Jeffry Yanto

VIVA.co.id – Motor modifikasi tentu memiliki beragam aliran, termasuk bagi motor bergaya klasik. Semua tentu tergantung minat dari si pemilik motor, termasuk upaya campur tangan builder yang melakukan penggarapan.

Jika bicara secara universal, ada beberapa gaya kustom motor yang termahsyur, yakni bobber, board tracker, low rider, chopper, cafe racer, scrambler, brad style dan lain-lain.

Dari sekian banyak aliran motor kustom, ternyata tren saat ini tengah mengarah ke model scrambler. Sementara model cafe racer, yang dahulu sempat "pecah", kini berangsur mulai ditinggalkan karena mengusung jok single seater

Hal tersebut ditegaskan Tommy Dwi Djatmiko, yang menjadi salah satu juri di ajang modifikasi Suryanation Motorland.

"Kalau saat ini paling banyak scrambler dan matik kustom, termasuk di Makassar. Kalau cafe racer trennya semakin menurun, tak hanya di Makassar, di beberapa daerah juga begitu, karena motornya egois enggak bisa boncengan," ujar Tommy yang juga penggawa Mastomcustom, saat ditemui di Makassar, Sulawesi Selatan, baru-baru ini.

Menurutnya, selain faktor motor yang memang didesain dengan hanya satu tempat duduk, namun faktor lain penyebab turunnya tren cafe racer karena struktur jalan di Tanah Air. Kata dia, jalanan di beberapa daerah di Indonesia tak semuanya mulus, masih banyak jalan rusak dan berlubang.

Mengingat cafe racer memang motor yang umumnya digunakan untuk jalanan perkotaan dengan jalan mulus. Cafe racer juga dipergunakan untuk balap sirkuit, karena posisi setang dan ground clereance yang rendah. Itu sudah jadi ciri khasnya sejak booming pada 1960 lalu di Inggris. (ren)