Jarang Diperiksa, Karet Ini Bisa Bikin Rantai Motor Aus

Karet tromol sepeda motor.
Sumber :
  • Chinapartspro

VIVA.co.id – Salah satu komponen pada tromol belakang sepeda motor yang kerap luput dari pemeriksaan adalah karet tromol. Fungsi karet ini sebagai peredam entakan antara gir depan dan belakang saat motor berakselerasi.

Jika komponen tersebut rusak, maka laju motor akan terasa tidak normal, sehingga mengganggu kenyamanan berkendara. Karet ini hanya ada pada motor jenis bebek dan sport yang masih menggunakan rem belakang model tromol.

Lantas, apa tanda-tanda karet tromol sudah rusak atau oblak?

Mekanik bengkel Sunda Jaya Motor, Rudy menerangkan, kerusakan pada karet tromol ditandai dengan munculnya suara kasar pada tromol, saat motor berakselerasi.

"Setiap ganti gigi, muncul bunyinya 'cetuk'. Karet tromol cepat oblak, jika perpindahan naik turun gigi terlalu cepat atau sering melakukan akselerasi berlebihan," kata Rudy saat berbincang dengan VIVA.co.id di Jakarta, Senin, 10 Oktober 2016.

Menurut dia, karet tromol yang oblak atau rusak ringan masih bisa diperbaiki. Caranya, mengganjal karet tromol dengan karet ban yang sudah dipotong.

"Buka dulu ban belakang, terus dimasukkan ke lubang gir. Diganjal supaya enggak oblak lagi," ujarnya menambahkan.

Ia menjelaskan, cara tersebut bisa awet, sepanjang pengendara motor berhati-hati saat berkendara. Artinya, tidak sering melakukan akselerasi mendadak.

"Kalau sudah oblak parah, diganti baru saja. Karet tromol cuma Rp30 ribu,” ujarnya.

Rudy menyarankan, pengendara untuk secara rutin memeriksa karet tromol. Sebab, jika sudah oblak, bisa membuat posisi gir dan tromol tidak rata. Akibatnya, dapat mengurangi umur rantai dan gir, karena putaran gir dan rantai tidak pas, sehingga gesekan menjadi lebih banyak.

"Kalau enggak ada karet tromol, pas pindah gigi pasti bunyi dan enggak enak saat berkendara.”

(mus)