Cara Simpel Deteksi Rantai Motor Harus Diganti

Rantai motor.
Sumber :
  • selvi-aldriani.blogspot.com

VIVA.co.id – Untuk sepeda motor konvensional, rantai menjadi komponen paling vital. Sebab, komponen itu memiliki fungsi untuk menggerakkan roda motor. Jika sudah tahu fungsi rantai sangat penting, maka rantai juga perlu dirawat dan dicek secara berkala agar performa tunggangan tetap terjaga.

Bagi sebagian pengendara roda dua, mungkin masih ada yang belum mengetahui tanda-tanda jika rantai motor sudah rusak atau aus. Apa saja?

Mekanik Astra Honda Authorized Service Station (AHASS) Depok, Jawa Barat, Stanley Sibuea mengungkapkan, tanda rantai harus diganti yaitu komponen ini tak lagi bisa disetel meski telah mencapai batas maksimal.

"Saat dicek ke posisi yang paling tegang, posisi rantai motor kan tiap kita putar dia tegangannya beda, kalau tegangannya sudah lewat dari dua sentimeter itu sudah aus," kata Stanley kepada VIVA.co.id, Senin 21 November 2016.

Dia menambahkan, tanda rantai motor rusak juga bisa dilakukan dengan menarik rantai dari kedudukan gir. Jika ada celah lebih dari satu milimeter, itu pertanda rantai motor sudah aus. "Tanda kerusakan lainnya bisa dilihat dari ujung gir yang sudah lancip," ujarnya menambahkan.

Adapun penyebab kerusakan rantai motor selain umur pemakaian, yakni lantaran rantai jarang disetel oleh pemiliknya. Dia menyarankan penyetelan dilakukan sebaiknya sekali dalam dua minggu. Bila tiap hari menempuh jarak 100 kilometer, ada baiknya penyetelan rantai dilakukan satu kali dalam seminggu.

"Rantai juga bisa aus kalau jarang diberi pelumas. Fungsi rantai dilumasi itu untuk mengurangi gesekan. Bila terkena air hujan segera dikasih cairan khusus pembersih rantai," ujarnya.

Bearing atau laher roda belakang yang rusak namun tak buru-buru diganti juga kata dia, bisa menyebabkan rantai motor bisa rusak. "Ganti saja kalau sudah rusak, harganya mulai Rp150 ribu, ongkos jasanya sekitar Rp20ribu sampai Rp40 ribu.”

(mus)