Penyebab Putaran Mesin Agya Naik Turun dan Solusinya

Toyota Agya
Sumber :
  • VIVA.co.id/Hadi Suprapto

VIVA – Toyota Agya menjadi salah satu mobil lima terlaris di segmen low cost green car atau mobil murah ramah lingkungan. Dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, mobil tersebut terjual sebanyak 29.004 unit di 2017.

Meski menjadi salah satu deretan lima mobil murah terlaris, Toyota Agya juga memiliki masalah sama seperti dengan mobil pada umumnya. Apalagi jika pemilik tak melakukan perawatan secara rutin.

"Kadang dari kita sendiri lupa untuk servis berkala. Padahal sudah waktunya. Agar enggak ada masalah, ya harus diservis berkala," kata anggota Toyota Agya Club Chapter Bekasi, Lucky Priambodo kepada VIVA di Jakarta.

Jika pengguna lalai untuk melakukan perawatan berkala, maka pada mobil murah tersebut akan timbul sejumlah masalah. Salah satunya adalah putaran mesin yang tidak stabil.

Putaran mesin yang tidak stabil bisa mengindikasikan adanya gangguan pada air induction system atau sistem pemasok udara ke mesin. Yang tentu saja berisiko sulit mengendalikan laju kendaraan di putaran rendah.

"Air intake atau saringan udaranya harus dibersihkan. Semua mobil begitu, kalau enggak rutin dibersihkan akan ada tumpuk kotoran di air intake. Akibatnya, menyendat asupan udara. Kalau enggak dibersihkan, putaran mesin naik turun," tuturnya.

Ia menganjurkan, setiap melakukan ganti oli saringan udara juga harus rutin dibersihkan. Paling tidak setiap dua atau tiga bulan sekali, atau bila mobil sudah berjarak 2.000-3.000 kilometer.

"Servis sekalian ganti oli paling enggak. Kalau di komunitas, saat ‘kopi darat’ ada teknisi pakai cleaner membersihkan karburator, sehingga tidak mengganggu," kata dia.