Ini Penyebab Motor Tidak Langsam Usai Pasang Knalpot Racing

Knalpot racing untuk motor sport.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Jeffry Yanto

VIVA – Guna mendapatkan performa lebih dari tunggangan, pemilik sepeda motor biasanya melakukan modifikasi. Salah satu cara yang umum dilakukan adalah mengganti knalpot standar dengan model racing.

Biasanya, knalpot racing memiliki suara dengan dentuman keras, lantaran hambatan di dalam tabung lebih sedikit. Efek positifnya, gas buang mengalir lebih lancar, sehingga tenaga yang dihasilkan lebih besar.

Namun, memakai knalpot racing juga memiliki efek negatif. Asisten Manajer Technical Training PT Daya Adicipta Motora, distributor sepeda motor Honda Jawa Barat, Ade Rohman menjelaskan,  penggunaan knalpot racing pada kendaraan sangat tidak dianjurkan.

"Untuk pemakaian standar, pemakaian knalpot racing tidak dianjurkan. Karena, akan mengubah suara menjadi lebih berisik (tidak sesuai aturan pemerintah)," katanya saat dihubungi VIVA, Rabu 16 Mei 2018.

Selain itu ia juga mengatakan, sepeda motor menggunakan knalpot yang dilengkapi catalytic converter. Alat tersebut berfungsi menyaring zat berbahaya yang terkandung dalam asap pembakaran.

Pada knalpot racing, alat yang bekerja mengandalkan sensor tersebut memang tidak dipasang. Sebab, akan membuat performa mesin berkurang.

"Kerugian berikutnya untuk sepeda motor tipe injeksi yang dilengkapi sensor oksigen, mesin akan berputar tidak stasioner (tidak stabil), karena komputer tidak menerima sinyal dari sensor oksigen," ujarnya.