Panduan Sederhana Bikin Helm Awet dan Bebas Penyakit

Ilustrasi pengendara memilih helm
Sumber :
  • Viva.co.id/ Febrika Indirawati

VIVA – Helm menjadi salah satu perlengkapan, yang wajib dikenakan ketika sedang mengendarai sepeda motor. Benda ini berfungsi melindungi kepala, apabila terjadi kecelakaan dan pengendara terjatuh.

Selain itu, helm juga ampuh untuk melidungi mata dan wajah dari berbagai macam kotoran yang ada di jalan. Mulai dari asap knalpot, pasir dan kerikil yang terlontar dari ban kendaraan di depan, hingga berbgaai macam virus serta bakteri yang melayang di udara.

Karena sifatnya sebagai tameng, maka sudah menjadi keharusan bagi pemilik untuk melakukan perawatan pada helm yang dikenakan. Hal itu dilakukan, agar kondisinya tetap awet dan bebas dari berbagai macam penyakit yang bisa menyerang pengguna.

Dilansir VIVA Otomotif dari laman Astramotor, Kamis 23 Juli 2020, helm yang tidak mendapat perawatan akan bau dan cepat rusak. Hal tersebut bisa dialami oleh semua jenis, mulai dari yang murah hingga banderolnya jutaan rupiah.

Baca Juga: Harga Motor Ini Bikin Ngiler

Salah satu kebiasaan pengguna yang bisa bikin helm rusak, adalah cara menaruhnya saat motor sedang diparkir. Tangkai kaca spion dan tangki bensin menjadi dua lokasi favorit pengendara motor untuk menaruh helm mereka.

Cara yang benar adalah dengan mengaitkannya di tempat yang sudah tersedia. Apabila ditaruh di atas tangki, maka uap bensin bisa merusak busa, sementara helm yang diletakkan di kaca spion rawan jatuh.

Agar kondisinya tetap prima, selalu bersihkan helm usai kehujanan. Air hujan yang bercampur dengan kotoran di jalan, bisa merusak tampilan pelindung kepala itu dan juga kacanya.

Jangan pakai helm saat rambut masih basah, karena kelembapan bisa membuat busa helm cepat tipis dan rusak apabila hal itu berlangsung cukup lama. Selain itu, risiko munculnya jamur juga jadi lebih besar. Terakhir, letakkan helm dalam posisi terbalik usai digunakan, agar keringat yang menempel di busa bisa menguap.