Pilkada Sidoarjo, 31.752 Petugas KPPS dan Linmas akan Rapid Test

Kerja sama Pemkab Sidoarjo dan KPU (antara)
Sumber :

VIVA – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, siap memfasilitasi pemeriksaan kesehatan
petugas dalam penyelenggara pemilihan kepala daerah (pilkada) khususnya untuk petugas KPPS, Linmas, komisioner dan staf KPU Sidoarjo.

Ketua KPU Sidoarjo M Iskak di Pendopo Pemkab Sidoarjo, Rabu mengatakan, dalam waktu dekat dilakukan tes kesehatan bagi 24.696 petugas KPPS.

"Setelah itu, rapid test untuk petugas KPPS dan Linmas yang totalnya mencapaiPIl. Kemudian ada juga dua kali jadwal swab test untuk komisioner dan staf KPU yang jumlahnya sekitar 30 orang," ujarnya.

Rekrutmen petugas KPPS sudah dilakukan dan terkait pemeriksaan kesehatan untuk mereka, hari ini teknisnya dibicarakan dengan Pemkab Sidoarjo.

"Sebelum pilkada ditunda beberapa waktu lalu, pemkab dan KPU sudah sepakat bahwa pemeriksaan kesehatan petugas KPPS difasilitasi Dinkes Sidoarjo. Karena ada penundaan pilkada, perjanjian itu harus diadendum," ujarnya.

BACA JUGA: Wow, KPU Purbalingga Buka Lowongan 14903 Anggota KPPS

Dalam pertemuan ini kemudian dibicarakan masalah itu dan ada kesepakatan, semua tes kesehatan difasilitasi Pemkab Sidoarjo secara gratis.

"Sedangkan uji usap dan uji cepat, anggarannya ikut KPU. Namun pelaksanaannya tetap dengan kerja sama bersama Pemkab Sidoarjo," katanya.

Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono mengatakan tes kesehatan petugas KPPS yang sedianya dikenakan tarif Rp20 ribu akan dihapus.

"Digratiskan. Nanti tesnya digelar di semua Puskesmas,” kata Hudiyono.

Untuk pelaksanaan uji cepat 31.752 petugas KPPS dan Linmas, pemkab bakal memfasilitasi perjanjian kerja sama KPU dengan 11 rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 di Sidoarjo.

"Hasil dari kordinasi dan sinkronisasi, sudah ada kesepahaman pemkab bersama KPU. Kami akan siapkan semua sarana dan tenaga medisnya. Termasuk nanti di setiap Puskesmas ada mobil ambulan, yang totalnya lebih dari 40 unit di seluruh Sidoarjo," katanya.

Kadinkes Sidoarjo Syaf Satriawarman mengatakan saat ini di setiap Puskesmas jumlah dokternya rata-rata 3-4 orang.

"Sehingga kemampuan pemeriksaan dalam sehari, ditaksir sekira 100 orang. Jika satu Puskesmas 1.000 tes kesehatan, artinya butuh waktu sekira 8-10 hari," katanya. (ant)