Bakteri Mematikan Buah Melon
- Pixabay/ Erbs55
"Infeksi Listeria dapat menyebabkan keguguran pada perempuan hamil. Listeria monocytogenes merupakan salah satu penyebab penyakit yang serius dengan tingkat kematian sekitar 20-30 persen," ucap Subuh.
Ahli Kandungan Dr. Yassin Yanuar, MIB, SpOG, mengatakan, Listeriosis terkait penularan dari makanan, kasusnya bersifat sporadis dan wabah terkait dengan konsumsi makanan yang terkontaminasi dengan Listeria (Listeria monocytogenes).
"Menurut The American College of Obstetricians and Gynecologists, kejadian Listeriosis yang terkait dengan kehamilan kira-kira 13 kali lebih tinggi daripada populasi umum," katanya kepada VIVA di Jakarta, Rabu 7 Maret 2018.
Yassin mengungkapkan, infeksi terhadap janin dan neonatal bisa parah, menyebabkan kehilangan janin, persalinan prematur, sepsis neonatal, meningitis, dan kematian. Wanita hamil terpapar dengan demam lebih tinggi dari 38,1°C, dan tanda serta gejala yang sesuai dengan Listeriosis, yang tidak diketahui penyebab penyakit lain harus diuji dan diobati untuk dugaan Listeriosis.
"Gejala Listeriosis hampir sama dengan gejala flu. Termasuk di antaranya demam, menggigil, dan nyeri otot," katanya.
Diungkapkannya, makanan lainnya yang rentan terkontaminasi bakteri Listeria adalah salad beku, seafood mentah, dan beberapa produk susu.
"Ibu hamil disarankan untuk menghindari makanan dengan risiko kontaminasi yang tinggi dengan Listeria,” ujarnya.
Diagnosis dan pencegahan
H. M. Subuh mengatakan, Listeriosis hanya dapat didiagnosis secara pasti dengan cara membiakkan organisme ini dari darah, cairan cerebrospinal yaitu cairan otak dan sumsum tulang belakang, atau kotoran (sulit dilakukan dan terbatas kegunaannya).
Untuk pencegahan, ada beberapa langkah agar terhindar dari infeksi bakteri Listeria. Pertama, bilas bahan mentah dengan air mengalir, seperti buah-buahan dan sayuran, sebelum dimakan, dipotong, atau dimasak.
"Bahkan jika hasil tersebut sudah dikupas, tetap harus dicuci terlebih dahulu," katanya.
Kedua, menggosok produk hasil pertanian, seperti melon dan mentimun, dengan menggunakan sikat bersih sebelum disimpan, dan keringkan produk dengan kain bersih atau kertas. Ketiga, pisahkan daging mentah dan unggas dari sayuran, makanan matang, serta makanan siap-saji.
Keempat, cuci peralatan masak, berupa alat atau alas pemotong, yang telah digunakan untuk daging mentah, unggas, produk-produk hewani sebelum digunakan pada produk makanan lainnya. Serta, cuci tangan menggunakan sabun sebelum mengolah makanan, dan saat akan makan.