Mewarisi Teori Stephen Hawking
- REUTERS/Kimberly White/File Photo
Dari berbagai teori itu, menjelaskan jika ingin mengerti alam semesta perlu dicerahkan dengan teori-teori hukum fisika. Untuk itu, menurut Hawking, alam semesta terbentuk bukan karena penciptaan Tuhan, melainkan terbentuk secara mandiri karena hukum fisika. Teori ini dijabarkan dalam bukunya berjudul The Grand Design yang ditulis bersama dengan Leonard Mlodinow.
"Perangkat hukum yang lengkap ini memberikan kita jawaban-jawaban atas beragam pertanyaan, seperti bagaimana jagat raya bermula? Ke mana tujuannya? Apakah ada akhirnya? Jika ada akhirnya, seperti apa berakhirnya? Jika kita menemukan jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini, kita benar-benar akan mengetahui jalan pikiran Tuhan," papar menjelaskan teori tersebut.
Belakangan teori segalanya ini diangkat ke layar film dengan judul yang sama, The Theory of Everything. Film ini mengisahkan hidup Hawking yang diperankan aktor Eddie Redmayne.
Refleksi hidup
Dalam sebuah perayaan ulang tahunnya ke-70 pada 2012, Hawking merefleksikan hidupnya berangkat dari hak yang sulit namun pelajaran yang diambil baginya adalah pantang menyerah mengungkap rasa penasaran dan keingintahuan, sesulit apapun keadaan yang dialami.
"Ingat, lihatlah ke atas, ke arah bintang-bintang. Bukan ke bawah, ke telapak kaki," kata dia. "Cobalah memahami apa yang Anda lihat dan apa yang membuat alam semesta ini ada. Sesulit apapun, pasti ada sesuatu yang Anda bisa lakukan dan sukses. Jangan lantas menyerah," katanya.
Dia mengatakan, gambaran alam semesta sudah berubah banyak dalam 40 tahun terakhir dan Hawking merasa senang punya sumbangan kecil.
"Kita yang hanya manusia, yang tak lain dari kumpulan partikel dasar dari alam, sudah sedemikian dekat dalam memahami hukum yang mengatur manusia dan alam," jelasnya. (one)