Mewarisi Teori Stephen Hawking

Ahli Fisika Stephen Hawking Tutup Usia
Sumber :
  • REUTERS/Kimberly White/File Photo

Lantaran tak ada matematika, Hawking memilih fisika di universitas tersebut. Tiga tahun fokus kuliah, Hawking mendapatkan gelar terbaik dalam bidang IPA. 

Selepasnya, Hawking melakukan penelitian tahap doktoral di bidang kosmologi pada Universitas Cambridge. Setahun menjadi peneliti di Cambridge, Hawking mendapatkan beragam ujian. Pertama, dia mendapat pembimbing oleh Dennis William Sciama, pendiri kosmologi modern. Padahal Hawking mengidamkan dibimbing oleh pakar astronom ternama Fred Hoyle.

Ujian berikutnya yakni gejala sklerosis lateral amiotrofik (ALS) mengancam tubuhnya, membuatnya hidupnya divonis tinggal 2 tahun lagi. Gejala awal terdeteksi saat berseluncur es di danau dekat rumahnya di St Albans dan terjatuh. Kala divonis penyakit saraf yang memengaruhi kemampuan motorik, Hawking berusia 21 tahun.

Dokter yang memeriksa Hawking memberikan semangat kepadanya untuk melanjutkan penelitiannya. Tapi Hawking merasa depresi, untuk apa melanjutkan ambisinya dengan kondisi tubuhnya digerogoti penyakit. 

"Awalnya, saya tertekan. Badan saya tampak makin buruk dengan cepat. Sepertinya saya tidak mampu menyelesaikan PhD saya karena saya tidak tahu apakah saya akan hidup cukup lama untuk merampungkannya," katanya dikutip dari The Guardian.

Akhirnya, pembimbingnya, Sciama yang berhasil membujuk Hawking keluar dari rasa depresi, dan melanjutkan penelitiannya. Tak dinyana, dengan kondisi mengidap penyakit itu, pada 1965, Hawking menulis tesisnya dengan topik alam semesta dan setahun berikutnya tesisnya disetujui.

Setelah meraih gelar doktoral, karier Hawking perlahan bangkit dan menanjak. Ia diterima menjadi peneliti di  Gonville and Caius College. Dia terpilih sebagai anggota perkumpulan prestisius Royal Society pada usia 32 tahun. Hawking menjadi salah satu orang termuda yang menerima penghormatan tersebut.  

Selanjutnya, dikutip dari Hawking.org, Hawking bergabung sebagai akademisi di Departemen Matematika terapan dan Fisika Teoritis Universitas Cambridge, pada 1979 dan memegang jabatan Profesor Lucasian Matematika dari 1979 sampai 2009 di kampus yang sama. Jabatan sebagai profesor Lucasian Matematika itu merupakan kursi yang tak main-main. 

Jabatan tersebut pertama kali diduduki oleh Isaac Barrow dan dilanjutkan oleh Isaac Newton pada 1669. Terakhir sebelum meninggal, Hawking masih mengabdi di Universitas Cambridge sebagai Direktur Riset Pusat Teoritikal Kosmologi.