'Nepotisme' di Jagat Hiburan
- Instagram Maia
"Waktu itu Olga kakinya lagi sakit, terus produser nyamperin Billy, minta Billy gantiin," ujarnya.
Sebagai pemula, rasa gugup dan takut tentu dirasakan Billy. Apalagi ia tak pernah berpikir menjadi seorang artis seperti kakaknya. Namun karena saat itu Olga mendukung dan meminta tolong untuk menggantikan posisinya, maka ia memberanikan diri. Dari situ, tawaran mengisi berbagai acara mulai bermunculan.
Billy juga sering tampil di berbagai acara. Ia juga membintangi layar lebar. Memang kehadirannya di dunia artis tak lepas dari nama Olga, yang memang sangat populer semasa hidupnya. Meski demikian, Billy berusaha membuktikan kemampuannya, agar ia juga diperhitungkan bukan semata-mata nama sang kakak.
"Ya mungkin mereka melihat Billy punya potensi. Amin," ujarnya tersenyum.
Selain Billy ada juga Syahnaz Sadiqah. Ia adalah adik Raffi Ahmad. Syahnaz mulai menekuni kariernya sebagai artis melalui acara Dahsyat, yang dibawakan oleh Raffi.
Bagi Syahnaz, Raffi sosok kakak yang bijaksana dan baik. Apalagi, untuk terjun menjadi artis, bukan hanya Raffi yang mendukung, ibundanya, Amy Qanita juga terus mensupportnya.
Seiring dengan namanya yang kian terkenal, aktivitas yang dijalaninya tidak bisa bebas seperti dulu lagi. Layaknya artis, kemana pun kakinya melangkah ada saja penggemar yang menyapa atau mengajaknya foto bersama.
"Sekarang jalan-jalan di Bandung orang kenal. Disapa orang, minta foto. Asyik sih," ujarnya.
Bukan Fenomena Baru
Anak atau adik artis jadi selebriti bukan sesuatu hal yang baru. Nepotisme di kalangan artis bukan terjadi baru-baru ini saja. Jauh sebelumnya juga sudah banyak anak artis yang memutuskan berkarier mengikuti orangtuanya.
Salah satu contohnya adalah Gading Marten. Gading adalah satu-satunya putra Roy Marten yang ikut berkarier mengikuti ayahnya menekuni dunia hiburan.
Gading memang sempat menjadi sorotan. Tak jarang, gerak-gerik suami Gisella Anastasia ini selalu dibanding-bandingkan dengan ayahnya. Gading sendiri menyadari hal tersebut. Ia pun tak menjadikan hal itu sebagai beban.
Gading selalu ingat pesan sang ayah agar selalu menjadi diri sendiri. Pesan inilah yang selalu menjadi acuan Gading. “Ayah saya memang top banget. Tapi dia mengingatkan bahwa saya harus jadi diri sendiri. Itu yang penting,” katanya mengingat pesan ayahnya.